News

Dukung Produksi IKM di Kalsel, Kemenperin Bangun IPAL Berkapasitas 3.000 Liter

Kurnia Nadya 28/08/2026 12:56 WIB

Fasilitas tersebut dibangun melalui Program Percepatan Pemanfaatan Teknologi melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI).

Dukung Produksi IKM di Kalsel, Kemenperin Bangun IPAL Berkapasitas 3.000 Liter. (Foto: Kemenperin)

IDXChannel—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berkapasitas 3.500 liter bagi industri kecil dan menengah (IKM) Sentra Sasirangan Timbaan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Fasilitas tersebut dibangun melalui Program Percepatan Pemanfaatan Teknologi melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional IKM.

"Kementerian Perindustrian terus berupaya menerapkan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan lingkungan," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, teknologi IPAL tersebut mampu menurunkan kadar hidrogen sulfida hingga 98,75 persen, minyak dan lemak 97,33 persen, fenol 91,66 persen, BOD 81,77 persen, serta COD 80,44 persen.

Selain meningkatkan kualitas air limbah, sekitar 90 persen air hasil pengolahan dapat dimanfaatkan kembali untuk membersihkan peralatan produksi dan area kerja. Pemanfaatan kembali air tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan air bersih dalam kegiatan produksi.

Kepala BSPJI Banjarbaru Oktaviyanto Jimat Wibowo mengatakan, pembangunan IPAL dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya pembuangan limbah cair dari proses pewarnaan kain sasirangan langsung ke sumur resapan tanpa melalui pengolahan.

Dengan kapasitas 3.500 liter, fasilitas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan limbah di Sentra Sasirangan Timbaan yang terdiri atas sembilan pengrajin dengan sekitar 100 tenaga kerja.

Kemenperin berharap penerapan teknologi tersebut dapat menjadi model pengolahan limbah yang dapat diterapkan di sentra sasirangan maupun IKM lainnya, baik di Kalimantan Selatan maupun berbagai daerah di Indonesia.

(Kidung Dhia)

SHARE