Gandeng Swasta, Pramono Kembangkan Lahan Eks Kantor BPSDM Jadi Kawasan Multifungsi
Pramono mengatakan lahan seluas 2,4 hektare tersebut sangat potensial lantaran merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta yang berada di kawasan Segitiga Emas.
IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengembangkan lahan bekas Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.
Pramono mengatakan lahan seluas 2,4 hektare tersebut sangat potensial lantaran merupakan aset milik Pemprov DKI Jakarta yang berada di kawasan Segitiga Emas Jakarta. Menurutnya, Jakarta memiliki aset yang luar biasa, tetapi sering kali tidak termanfaatkan dengan baik.
"Sebagai contoh hari ini, kebetulan pagi ini dari kemarin ketika acara di Jakarta Knowledge Hub, saya melihat tempat ini dan sudah mendapatkan laporan sebelumnya bahwa aset yang dimiliki BPSDM ini luasnya 2,4 hektare, berada di dua jalan utama. Satu di Casablanca dan satunya di Rasuna Said," kata Pramono saat meninjau lokasi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, lokasi tersebut berada di pusat kawasan bisnis, perkantoran, hunian, hingga pusat gaya hidup di Jakarta. Kondisi itu diharapkan dapat menarik banyak investor.
"Saudara-saudara sekalian yang melihat di lapangan ini, ini adalah aset yang betul-betul premium karena lokasinya di segitiga emas Jakarta sebagai tempat pusat perkantoran, perbelanjaan, kemudian hunian, rekreasi, gaya hidup di Jakarta," ujarnya.
Pramono mengungkapkan, lahan itu akan dikembangkan menjadi kawasan multifungsi yang mencakup fasilitas Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), hotel, perkantoran, perumahan, apartemen, serta ruang penunjang gaya hidup.
Namun, pengembangannya tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Sehingga, dengan demikian kami tidak akan menggunakan dana APBD untuk mengembangkan, kita lakukan creative financing membuka kerja sama dengan private untuk membangun di tempat ini," lanjutnya.
Pramono menyebut minat investor terhadap proyek tersebut sudah mulai terlihat. Berdasarkan laporan yang dia terima, terdapat tujuh pihak yang menyatakan ketertarikan meski pengumuman resmi belum dilakukan.
"Bahwa begitu kita umumkan, walaupun belum secara resmi diumumkan. Sudah ada tujuh peminat untuk membangun di tempat ini," tambahnya.
Ia menjelaskan, pola kerja sama yang ditawarkan berupa pembangunan oleh pihak swasta dengan masa kerja sama awal selama 30 tahun. Kerja sama tersebut dapat diperpanjang hingga 80 tahun sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Jangka waktu kerja sama awal tentunya 30 tahun, diberikan kesempatan perpanjangan 20 tahun. Sehingga, 50 tahun kemudian kalau sama-sama ingin diperpanjang masih ada ruang kurang lebih 30 tahun. Sehingga total kerja sama di tempat ini bisa 80 tahun secara by law," jelasnya.
Pramono menargetkan proses penjaringan mitra dilakukan secara terbuka dan dapat segera diputuskan dalam waktu dekat.
Ia meyakini lokasi tersebut akan menarik minat banyak investor karena dinilai tidak memiliki persoalan tumpang tindih lahan dan berada di kawasan premium Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan meminta agar pembangunan kawasan tetap menyediakan ruang terbuka hijau sejak tahap perencanaan.
"Segera diumumkan secara terbuka paling lama bulan Agustus, kita sudah harus memutuskan siapa yang akan mengerjakan kerja sama di tempat ini," katanya.
(Nadya Kurnia)