News

Groundbreaking Proyek DME Bakal Dilakukan Februari 2026

Iqbal Dwi Purnama 14/01/2026 15:33 WIB

BPI Danantara membuka peluang dilakukannya groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada Februari 2026.

Groundbreaking Proyek DME Bakal Dilakukan Februari 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel  - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka peluang dilakukannya groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada Februari 2026.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, proyek DME saat ini masih dalam tahap finalisasi teknologi yang akan digunakan. Kajian teknis tersebut dilakukan langsung oleh jajaran pimpinan teknologi Danantara. Proyek ini menjadi bagian dari rangkaian proyek hilirisasi strategis nasional yang akan diresmikan pemerintah dalam waktu dekat.

"Saya lupa, kalau enggak salah itu Februari deh (groundbreaking proyek DME)," ujar Rosan saat ditemui di Menara Global, Rabu (14/1/2026).

Rosan menyebut, apabila hasil kajian teknologi rampung dan dinilai siap, maka proyek DME berpotensi ikut masuk dalam daftar proyek yang akan dilakukan groundbreaking atau peresmian pada Februari mendatang.

Dia menyebut proyek DME dinilai strategis karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG, sekaligus memanfaatkan sumber daya batu bara dalam negeri untuk kebutuhan energi domestik. "Kalau teknologinya itu kita analisa oleh chief technology officer kita, Pak Sigit. Jadi kita baru mau meeting-in hari ini," kata Rosan. 

Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Perseroan siap untuk menjadi offtaker dari proyek dari proyek hilirisasi di sektor batu bara ini. Lewat proyek DME batu bara ini, bisa menggantikan penggunaan LPG.

Hal tersebut seperti yang tertuang dalam penandatanganan kerja sama strategis antara PT Pertamina dengan Holding Pertambangan MIND ID. Melalui kerjasama itu, Pertamina juga punya peran sebagai agregator infrastruktur distribusi. 

"Ini adalah langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah," ujar Simon melalui keterangan resmi, Sabtu (10/1).

(kunthi fahmar sandy)

SHARE