News

Hasil CKG hingga Juli 2026, Kemenkes Temukan 11 Juta Peserta Mengalami Obesitas

Mei Sada 04/08/2026 17:16 WIB

Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 73 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Hasil CKG hingga Juli 2026, Kemenkes Temukan 11 Juta Peserta Mengalami Obesitas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan tak hanya mencatat tingginya partisipasi masyarakat. Berbagai masalah kesehatan yang dialami warga Indonesia pun terungkap melalui program ini.

Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 73 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Jumlah tersebut bahkan melampaui capaian sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas di bawah Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi persoalan besar yang perlu segera ditangani.

Dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, ditemukan 4,9 juta orang mengalami hipertensi dan 5,5 juta lainnya berada pada kondisi prehipertensi.

“Kita temukan hipertensi 4,9 juta, prehipertensi 5,5 juta. Kalau tidak dikendalikan, nanti bisa menjadi stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal,” kata dr. Endang dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis pada Selasa (4/8/2026).

Tak hanya itu, pemeriksaan juga menemukan 992.000 peserta mengalami diabetes, sementara 1,9 juta lainnya berada pada kondisi prediabetes. Masalah berat badan juga menjadi perhatian. 

Dari hasil skrining, sebanyak 11 juta orang diketahui mengalami obesitas. Hal ini juga turut meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Sementara itu, pemeriksaan kolesterol menemukan sekitar 205.000 kasus gangguan lemak darah (dislipidemia). Namun, dr. Endang mengakui pemeriksaan kolesterol masih menjadi pekerjaan rumah karena cakupannya belum optimal.

Selain penyakit metabolik, CKG juga menemukan berbagai persoalan kesehatan lain di setiap kelompok usia. Pada balita, kasus yang paling banyak ditemukan adalah gigi berlubang, imunisasi yang belum lengkap, dan gizi kurang.

Pada kelompok usia sekolah dan remaja, selain gigi berlubang, ditemukan lebih dari 2,2 juta anak mengalami peningkatan tekanan darah, disusul gangguan penglihatan, anemia, dan gizi kurang.

Menurut dr. Endang, seluruh temuan tersebut menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Ke depan, Kementerian Kesehatan tidak hanya akan melakukan skrining.

Namun, juga memastikan peserta yang terdiagnosis penyakit kronis mendapatkan pengobatan dan pemantauan agar risiko komplikasi seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal dapat ditekan


(Nadya Kurnia)

SHARE