News

Hasilkan 500 Ton Sampah per Hari, Pasar di Jakarta Kini Wajib Lakukan Pemilahan Mandiri

Danandaya Arya Putra 11/05/2026 12:32 WIB

Baik pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya ataupun pasar kelolaan swasta, seluruhnya diwajibkan memilah sampah sendiri.

Hasilkan 500 Ton Sampah per Hari, Pasar di Jakarta Kini Wajib Lakukan Pemilahan Mandiri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Seluruh pasar di DKI Jakarta kini diwajibkan untuk memilah sampahnya sendiri sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir. Ini merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur No. 5/2026 tentang Gerakan Pemilihan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. 

Dia mengatakan selama ini sampah dari pasar langsung dikirim ke TPST Bantargebang, Kota Bekasi tanpa proses pemilahan. Namun, mulai 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah jenis residu.

"Pasar Jaya punya 153 pasar dan sebenarnya hampir semua pasar yang ada di Jakarta itu dikelola oleh Pasar Jaya. Memang ada beberapa pasar tambahan. Sekitar seratusan," ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).

Ia menegaskan, progam pemilahan sampah akan diberlakukan sama, baik pada pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya maupun pasar non-Pasar Jaya. Sebab hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengelolaan pasar.

"Kami akan memperlakukan hal yang sama, baik itu yang di Pasar Jaya maupun non-Pasar Jaya, mereka tetap bertanggung jawab untuk pengolahan sampah itu dilakukan pemilahan di pasarnya," ucapnya.

Pramono menyampaikan, pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya selama ini menghasilkan 500 ton sampah per hari. Sebagai bentuk tanggung jawab atas persoalan tersebut, pihaknya akan melakukan penanganan secara khusus.

"Sehingga dengan demikian, yang tidak termasuk dalam Pasar Jaya, di luar 500 ton yang selama ini menjadi tanggung jawab Pasar Jaya, kami akan secara khusus menangani," tuturnya.

Adapun dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono melakukan peninjauan langsung terhadap pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindakan lanjutan dari program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.

Pramono menjelaskan bahwa Pasar Kramat Jati menghasilkan sekitar 5 ton sampah organik setiap harinya. Sampah itu nantinya akan diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.

"Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia," kata Pramono.

Dia percaya, pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," ucapnya.


(Nadya Kurnia)

SHARE