Hindari Tarif, India Akan Tingkatkan Jumlah Impor Minyak dan LNG dari AS
India akan meningkatkan impor minyak dan gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat (AS).
IDXChannel- India akan meningkatkan impor minyak dan gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat (AS). Langkah itu dilakukan untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara dan menghindari tarif resiprokal.
"Saya rasa kami membeli sekitar USD15 miliar (Rp244 triliun) dalam bentuk energi AS," kata Menteri Luar Negeri India Vikram Misri dalam sebuah konferensi pers.
"Ada kemungkinan besar bahwa angka ini akan naik hingga USD25 miliar (Rp406 triliun)," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan usai Perdana Menteri Narendra Modi bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Dia mengatakan peningkatan pembelian energi akan berkontribusi pada dampak defisit antara India dan AS.
Langkah itu disambut baik perusahaan-perusahaan milik negara. Perusahaan tersebut akan membeli lebih banyak minyak mentah dan LNG AS.
Indian Oil Corp dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan Cheniere Energy Inc untuk sebuah kesepakatan pakta suplai LNG jangka panjang.
Lalu Gail India Ltd juga menghidupkan kembali rencana untuk membeli saham di sebuah fasilitas pencairan di AS.
Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden AS Donald Trump berjanji untuk meningkatkan perdagangan energi. India akan menjadikan Amerika Serikat sebagai pemasok utama minyak mentah dan produk minyak bumi dan gas alam cair hingga meningkatkan investasi di bidang infrastruktur hidrokarbon.
India adalah pembeli utama minyak mentah AS pada 2021. Data Kpler menyebut India membeli sekitar 406.000 barel per hari dan menyumbang 14,5 persen dari total ekspor AS.
Namun angka itu turun di 11 bulan pertama 2024. AS menyumbang kurang dari 5 persen dari total impor India karena para pengolah menghindari pemasok tradisional demi mendapatkan barel dengan potongan harga dari Rusia.
(Ibnu Hariyanto)