Houthi Bombardir Arab Saudi, Infrastruktur Minyak Aramco Jadi Sasaran
Kelompok Houthi menyerang sejumlah target di Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026), melukai 73 orang.
IDXChannel - Kelompok Houthi menyerang sejumlah target di Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026), melukai 73 orang.
Dilansir dari AFP, ini merupakan serangan terbesar sejak gencatan senjata berakhir pada Juli.
Houthi menyerang Bandara Internasional Abha, Pangkalan Udara Raja Khalid, dan fasilitas minyak milik Aramco di Abha dan Jizan.
Otoritas Arab Saudi dan media pemerintah mengatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran dan pemadaman listrik di sejumlah lokasi.
"Arab Saudi akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatannya," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya.
Houthi merebut sebagian wilayah Yaman dari pemerintah yang resmi pada 2014. Arab Saudi memimpin koalisi untuk melawan Houthi setahun setelahnya.
Konflik sempat mereda selama empat tahun terakhir, namun bentrokan kembali terjadi pertengahan tahun ini, di tengah perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Houthi merupakan sekutu dekat Iran. Kelompok itu menerima bantuan persenjataan dari Teheran.
"Serangan tanpa akal sehat dari milisi
teroris Houthi, yang menargetkan lokasi sipil dan ekonomi, mengakibatkan 73 warga sipil terluka," kata Komando Pasukan Gabungan koalisi.
Menurut sumber dari Kementerian Energi yang dikutip oleh Kantor Berita Saudi, beberapa fasilitas dan instalasi sektor energi di wilayah selatan kerajaan menjadi sasaran hari ini.
"Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di beberapa lokasi, yang mengakibatkan penghentian sementara beberapa operasi, serta beberapa korban luka," kata sumber tersebut.
Serangan Houthi terjadi setelah kelompok itu menuduh Riyadh melakukan serangan di sekitar Yaman, termasuk pemboman terhadap sebuah penjara. (Wahyu Dwi Anggoro)