Imbas Konflik Timur Tengah, Menhaj Batal Ekspor Beras untuk Jamaah Haji di Arab Saudi
Bahan baku makanan itu dikirim melalui jalur laut sebanyak 57 ton dan 185 ton via jalur udara
IDXChannel - Pemerintah batal mengekspor beras untuk memasok kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Keputusan ini diambil setelah terjadinya perang di kawasan Timur Tengah.
Hal itu diungkapkan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Awalnya Menhaj mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 28 jenis bumbu untuk di Makkah dan 23 jenis untuk di Madinah dengan total 307,3 ton.
"Produksi telah mencapai 287,3 ton atau 93,5 persen dan 20 ton dalam proses," kata pria yang kerap disapa Gus Irfan.
Gus Irfan menambahkan, bahan baku makanan itu dikirim melalui jalur laut sebanyak 57 ton dan 185 ton via jalur udara. Adapun kendala pengiriman itu yakni sertifikat kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Serta adanya 32 ton yang gagal kirim via laut dan saat ini dilakukan re-ekspor melalui jalur udara. Termasuk Bulog kemarin sempat mengirim dengan kapal pada awal Ramadan sejumlah 2.200 ton beras," kata Gus Irfan.
"Tapi dua hari setelah pengapalan meletus perang sehingga kemungkinan besar tidak akan bisa jadi diberangkatkan berasnya," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)