Indonesia Punya Potensi Besar dalam Bisnis Penyimpanan Karbon
Besarnya kapasitas tersebut menjadi keunggulan strategis bagi Indonesia untuk berperan sebagai pusat penangkapan dan penyimpanan karbon di kawasan regional.
IDXChannel - Pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia mulai bergerak dari tahap inisiasi menuju fase persiapan proyek. Pada fase ini, diperlukan dukungan kebijakan pemerintah, serta kerja sama yang kuat antara pemerintah, industri, dan mitra regional.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi kapasitas penyimpanan karbon yang mencapai 577 gigaton.
Inspektur Minyak dan Gas Bumi Ahli Muda Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Fahrur Rozi Firmansyah mengatakan, besarnya kapasitas tersebut menjadi keunggulan strategis bagi Indonesia untuk berperan sebagai pusat penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) di kawasan regional.
“Kita melihat Indonesia memiliki potensi storage sekitar 577 gigaton, sementara kebutuhan emisi domestik yang bisa ditangani CCS diperkirakan sekitar 100 gigaton,” kata Rozi dalam Soft Launching The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026, Kamis (29/1/2026).
Melihat potensi tersebut Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menyelenggarakan Soft Launching The 4th International & Indonesia CCS (IICCS) Forum 2026 sebagai langkah awal menuju pelaksanaan forum utama pada tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaianRoad to The 4th IICCS Forum 2026, yang bertujuan untukmembuka diskusi awal, memperkuat kerja sama, sertamelanjutkan arah pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia.
Sementara itu, Director of Strategic Development and Operation ICCSC, Rizky Muhammad Kahfie, mengatakan, pengembangan CCS di Indonesia telah mendapat perhatian dari pemerintah melalui beberapa kebijakan pada Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Peraturan Pemerintah yang telah ditetapkan sejak tahun 2023.
“Soft Launching ini menjadi awal untuk merencanakankerjasama antar pemangku kepentingan di tahun 2026,” kata Rizky.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana The 4th IICCS Forum 2026, Junaedi menyampaikan bahwa rangkaian Road to IICCS Forum 2026 dirancang agar memberikan hasil yang lebih nyata.
“Soft Launching ini menjadi awal dari rangkaian diskusi menujuforum utama. Ke depan, The 4th IICCS Forum 2026 akan lebihfokus pada peluang kerja sama, pengembangan proyek, dan manfaat ekonomi karbon di Indonesia,” katanya.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi ICCSC dan On Us Asia, dengan tujuan menghadirkan wadah bersama bagi pemerintah, industri, akademisi, serta mitra regional dan internasional untuk mendukung pengembangan ekosistem CCS nasional.
(Nur Ichsan Yuniarto)