News

Inflasi Jakarta Semester I-2026 2,78 Persen, Terendah di Pulau Jawa

Yuwantoro Winduajie 22/07/2026 16:50 WIB

Pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Inflasi Jakarta Semester I-2026 2,78 Persen, Terendah di Pulau Jawa. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan inflasi Jakarta pada semester pertama 2026 tercatat sebesar 2,78 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen. 

"Inflasi Jakarta terjaga 2,78 persen atau lebih rendah dari inflasi nasional 3,34 persen. Seperti diketahui, inflasi di Jakarta ini adalah inflasi yang terendah di Jawa," kata Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Pramono, pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pengendalian harga dan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau Jakarta bisa mempertahankan terendah di Jawa, itu sebenarnya nggak gampang karena apa pun barometernya adalah Jakarta. Pengendalian inflasi ini menjadi penting, pertumbuhan ekonomi juga penting, dan inilah yang mari kita jaga bersama-sama dalam momentum yang ada," kata Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi yang terkendali turut didukung oleh kinerja ekonomi Jakarta yang tetap tumbuh positif dan tingginya minat investasi di ibu kota. 

Pada semester I-2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau tumbuh 23,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sekali lagi, investasi di Jakarta ini menjadi tujuan investasi peringkat pertama secara nasional. Capaian ini menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Jakarta," paparnya.


(Nadya Kurnia)

SHARE