Irak Ogah Ikuti Jejak UEA Keluar dari OPEC
Irak tidak berencana untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+.
IDXChannel - Irak tidak berencana untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+.
Dilansir dari Investing pada Rabu (29/4/2026), dua pejabat Irak menegaskan komitmen negaranya terhadap OPEC menyusul keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari organisasi tersebut.
Para pejabat yang menolak disebut namanya itu menyatakan bahwa Irak mendukung OPEC yang kuat. Menurut mereka, organisasi tersebut dibutuhkan untuk menjaga agar harga minyak tetap stabil.
Pada Selasa, UEA mengumumkan bahwa negara itu akan meninggalkan OPEC dan OPEC+ mulai Mei 2026.
Keputusan ini memberikan pukulan signifikan bagi OPEC dan Arab Saudi, yang bertindak sebagai pemimpin de facto organisasi itu.
Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar di OPEC, disusul Irak di posisi kedua dan UEA di peringkat ketiga.
UEA menyatakan bahwa keputusan untuk keluar dari OPEC merupakan haknya sebagai negara yang berdaulat. Negeri Teluk itu ingin memiliki kebijakan minyak dan gas yang lebih fleksibel.
Kepergian UEA dari OPEC terjadi di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik tersebut memicu guncangan besar di pasar energi dunia dan mengganggu perekonomian global. (Wahyu Dwi Anggoro)