News

Jasa Marga Catat 34 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta per 18 Maret 2026

Binti Mufarida 18/03/2026 14:21 WIB

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melaporkan, sebanyak 34 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026).

Jasa Marga Catat 34 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta per 18 Maret 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Rivan Achmad Purwantono melaporkan, sebanyak 34 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi total 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama periode Lebaran 2026.

Kondisi tersebut, kata Rivan, telah mendorong penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan. Dia pun menegaskan 8.400 kendaraan keluar Jakarta per jamnya.

“Jadi tadi sudah saya sampaikan adalah sampai dengan jam 6 tadi pagi. Jam 6 tadi pagi itu adalah sampai dengan 1,2 juta, 34 persen dari 3,5 (juta). Ini sekarang ini saya juga monitor terus per jamnya gitu ya. Ini kalau terlihat sekarang sudah naik sekali, hampir per jamnya mencapai 8.400,” kata Rivan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Lebih lanjut, Rivan menjelaskan, keputusan penerapan one way diambil setelah volume kendaraan mencapai sekitar 30 persen dan kecepatan rata-rata turun hingga 30–40 km/jam. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap, dimulai dari contraflow satu lajur di KM 44, dua lajur di KM 55, hingga pemberlakuan one way dari KM 70 sampai KM 263.

“Ketika puncak arus mencapai 221 ribu kendaraan, one way kemudian diperpanjang sampai Kalikangkung. Alhamdulillah dampaknya signifikan, perjalanan menjadi jauh lebih cepat,” ujarnya.

Dia mencontohkan, pemudik yang berangkat pukul 04.00 WIB sudah dapat tiba di Kalikangkung pada tengah malam hari yang sama, menunjukkan peningkatan kelancaran arus lalu lintas. “Dan alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari jam 4 sudah sampai jam 00.00 sampai Kalikangkung. Jadi sudah signifikan sangat cepat,” katanya.

Rivan juga mengakui adanya kendala perbaikan jalan akibat tingginya intensitas hujan pada awal Maret 2026. Curah hujan yang terjadi hampir setiap hari pada periode 1-8 Maret 2026 membuat pekerjaan perbaikan tidak dapat dilakukan secara optimal.

“Kami melaporkan bahwa di dalam bulan Januari, Februari terutama di Maret memang intensitas hujan luar biasa terutama di Maret ketika tanggal 1 sampai dengan tanggal 8 saja semua hari adalah hujan sehingga tidak bisa melakukan perbaikan,” ujar Rivan.

(Dhera Arizona)

SHARE