Jenderal Tertinggi China Dituduh Bocorkan Rahasia Negara ke AS
Jenderal tertinggi China diduga membocorkan informasi rahasia tentang program senjata nuklir negaranya kepada Amerika Serikat (AS).
IDXChannel - Jenderal tertinggi China diduga membocorkan informasi rahasia tentang program senjata nuklir negaranya kepada Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (26/1/2026), Jenderal Zhang Youxia, 75 tahun, saat ini diselidiki pihak berwenang.
Menurut sejumlah sumber, Zhang juga dituduh menerima suap dan menyalahgunakaan kekuasaaan.
Kementerian Pertahanan mengumumkan penyelidikan terhadap Zhang pada 24 Januari. Dia diselidiki atas pelanggaran disiplin serius, istilah yang kerap digunakan pemerintah China sebagai eufimisme untuk korupsi.
Zhang merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China. Dia juga menjabat sebagai wakil ketua Komite Militer Pusat Partai Komunis China di bawah Presiden Xi Jinping.
Selain Zhang, Kementerian Pertahanan juga menyelidiki Jenderal Liu Zhenli, anggota Komisi Militer Pusat Partai Komunis China.
Penyelidikan terhadap Zhang mengguncang militer China. Ini merupakan operasi pembersihan di militer China yang terbesar sejak berakhirnya pemerintahan Mao Zedong pada 1976.
Kejatuhan Zhang juga menandai pertama kalinya Presiden Xi menyelidiki mantan sekutu dekatnya. Ayah kedua pria tersebut bekerja bersama di China barat laut selama perang saudara pada dekade 1940an.
Zhang dan Liu juga merupakan dua dari segelintir jenderal China yang memiliki pengalaman medan perang. Mereka terlibat dalam pertempuran perbatasan dengan Vietnam pada akhir 1970-an dan 1980-an, terakhir kali China terlibat dalam konflik.
Liu, 61 tahun, pernah menjabat sebagai kepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat, yang mengawasi operasi militer, intelijen, dan pelatihan.
Xi memulai kampanye terbarunya untuk memberantas korupsi di angkatan bersenjata pada pertengahan 2023, beberapa bulan setelah mengamankan masa jabatan ketiga. Sejak itu, dua wakil ketua militer, tiga anggota Komisi Militer Pusat, seorang mantan menteri pertahanan, dan setidaknya selusin jenderal senior yang mengawasi komando militer telah dipecat. (Wahyu Dwi Anggoro)