Jumat Ini AS-Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai sementara, dan akan mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai sementara, dan akan mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Dilansir dari laman Investing Selasa (16/6/2026), Presiden Donald Trump pada Minggu malam mengatakan kesepakatan itu "sudah lengkap" dan dia telah sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol. Trump juga pada saat yang sama menyetujui penghapusan segera blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran.
Sebuah nota kesepahaman (MoU) dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada hari Jumat, kata Pakistan pada Senin pagi. Negara Asia ini juga telah berperan sebagai mediator utama antara AS dan Iran selama konflik tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua negara telah menyatakan penghentian sementera operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon. Namun, kekhawatiran telah menyelimuti prospek kesepakatan tersebut setelah Israel yang bersekutu dengan AS melakukan serangan terhadap milisi Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon pada akhir pekan sehingga menyebabkan teguran keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu oleh Trump.
Media pemerintah Iran mengatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengkonfirmasi bahwa pertemuan untuk menandatangani dokumen tersebut kemungkinan akan berlangsung pada hari Jumat. Namun, teks akhir MoU masih ditunggu.
Selain pembukaan kembali selat dan pencabutan blokade, AS dan Iran belum memberikan rincian spesifik. Media pemerintah Iran menambahkan, sesuai dengan MoU, Washington juga wajib mencabut semua sanksi terhadap Iran.
Kedua pihak mengatakan akan ada negosiasi lebih lanjut untuk membahas poin-poin yang masih menjadi kendala, seperti program nuklir Iran dan sanksi selama 60 hari setelah penandatanganan kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, Trump dlam kunjungannya ke Prancis, mengatakan kepada wartawan bahwa Iran telah sepenuhnya setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir. Sementara Reuters mengatakan Iran telah setuju untuk menahan diri dari pengayaan uranium lebih lanjut atau perluasan fasilitas nuklirnya, mengutip seorang pejabat senior Iran.
(kunthi fahmar sandy)