Jusuf Kalla dan Puteranya Satu Jam Menghadap Presiden Prabowo, Ini Hasilnya
Pria yang kerap disapa JK ini didampingi putranya, Solihin Kalla yang juga CEO Kalla Group.
IDXChannel - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla dan puteranya menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam mulai pukul 14.30 hingga 15.26 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, pria yang kerap disapa JK ini didampingi putranya, Solihin Kalla yang juga CEO Kalla Group. Sementara, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Usai pertemuan, JK mengungkapkan kesiapan membangun tambahan pembangkit listrik berkapasitas 2.000 megawatt (MW) guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen yang dicanangkan Prabowo.
"Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 Mega PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 Mega termasuk juga PLTG," kata JK kepada awak media usai pertemuan.
JK menilai kebutuhan energi akan meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
"Karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen sampai 8 persen itu butuh energi luar biasa banyaknya. Karena itu tanpa energi itu kita akan sulit untuk meningkatkan itu," katanya.
Lebih lanjut, JK menyampaikan Prabowo mendukung percepatan pembangunan proyek-proyek energi nasional. Salah satunya mengenai energi hijau sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.
"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sampai disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen," katanya.
Dalam kesempatan itu, JK juga mengungkapkan nilai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.
Dia memastikan berbagai persiapan dasar proyek telah tersedia sehingga tinggal menunggu penyelesaian aspek teknis.
"Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira 60-70 triliun. Dan kita sanggup melaksanakan itu, desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya," katanya.
JK pun menyebut Prabowo telah memberikan persetujuan agar proyek tersebut segera direalisasikan.
"Dan beliau Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu," ungkapnya.
Selain membahas sektor energi, JK mengatakan pertemuan itu juga menyinggung perkembangan situasi keamanan dan upaya perdamaian di kawasan, termasuk di Thailand Selatan serta hubungan Afghanistan dan Pakistan.
"Perdamaian tentang bagaimana Thailand Selatan itu ya, dan bagaimana tentang Pakistan, Afghanistan. Kita lagi bicarakan," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)