News

Kabar Baik, Polutan Akibat Karhutla di Sumatera-Kalimantan Menurun

Binti Mufarida 10/09/2026 17:04 WIB

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memantau kualitas udara melalui sistem informasi standar pencemaran udara yang tersedia.

Kabar Baik, Polutan Akibat Karhutla di Sumatera-Kalimantan Menurun

IDXChannel - Intensitas dan luasan polusi PM2.5 akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan tren penurunan signifikan.

Berdasarkan prediksi BMKG untuk 10-11 September 2026, konsentrasi polutan di Sumatera terpantau lebih rendah dibandingkan Kalimantan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, meski terjadi penurunan, sejumlah wilayah di Kalimantan masih memiliki konsentrasi polutan yang cukup pekat.

"Untuk prediksi sebaran polutan hari ini berdasarkan BMKG, ada kita lihat bahwa di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan merupakan polutan yang kita lihat masih titiknya pekat. Artinya ini bisa sangat tebal asap yang ditemukan di sana. Itu per hari ini," kata Berton dalam update penanganan karhutla, Kamis (10/9/2026).

Berton menambahkan, diperkirakan kondisi pada Jumat (11/9/2026), mulai lebih cerah di sejumlah wilayah, terutama di Riau.

"Untuk besok juga kurang lebih hampir sama, tetapi sudah lebih cerah di beberapa titik, terutama di Sumatera bagian Riau," katanya.

Berdasarkan prediksi BMKG, kata Berton, arus angin secara konsisten mendorong emisi polutan bergerak ke arah utara dan barat laut, menyapu wilayah perairan Selat Malaka dan Laut Natuna.

Berton juga mengingatkan masyarakat untuk memantau kualitas udara melalui sistem informasi standar pencemaran udara yang tersedia.

"Standar pencemaran udara, tentu bisa mengakses tautan yang kami berikan di layar, tapi bisa kami bacakan yaitu di ispu.menlhk.go.id. Dan seluruh masyarakat Indonesia bisa mengetahui kualitas udara di setiap kabupaten yang akan dituju," kata Berton.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto saat ini melakukan kunjungan dan rapat kerja di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam kunjungan tersebut, penguatan penanganan karhutla di lapangan menjadi salah satu perhatian.

"Bapak Kepala Badan saat ini melakukan kunjungan dan rapat kerja di wilayah Kalimantan Selatan. Kami bisa sampaikan arahan Bapak Kepala Badan yaitu penguatan dan penebalan personel Satgas darat di lapangan, karena kita tahu Satgas darat lebih efektif melakukan pemadaman di lapangan," kata Berton.

Selain penguatan personel, BNPB mendorong percepatan mobilisasi sumber daya, termasuk sarana dan prasarana pemadaman.

"Tentu ada juga percepatan dan mobilisasi sumber daya seperti sarana dan prasarana dengan melarang keras penumpukan peralatan pemadam kebakaran di dalam gudang. Jadi ini juga perlu kami sampaikan agar ini tetap diprioritaskan," katanya.

Berton memastikan bahwa BNPB juga melakukan penataan dan standardisasi publikasi data karhutla dengan membedakan titik panas yang terdeteksi satelit dan titik kebakaran yang ditemukan secara nyata di lapangan.

"Kemudian penataan dan standarilasi publikasi data karhutla, tentu itu melalui pemisahan data-data titik panas dari satelit maupun titik nyata, titik kebakaran yang nyata di lapangan. Jadi tidak berdasarkan hanya satelit, tetapi juga fire spot yang ditemukan," kata Berton.

Penanganan teknis pada ekosistem lahan gambut juga menjadi perhatian untuk mencegah karhutla dalam jangka panjang.

"Serta penanganan teknis pada ekosistem lahan gambut. Nah, ini kita perlu upaya yang nyata, keras untuk pengawasan dan penanganan jangka panjang ke depan," katanya.

Berton mengatakan BNPB juga meminta seluruh jajaran BPBD hingga tingkat kabupaten/kota memperkuat integrasi data spasial dan pelaporan kondisi karhutla secara presisi.

"Serta mewajibkan seluruh jajaran BPBD hingga tingkat kabupaten/kota untuk memperkuat integrasi data spasial dan pelaporan harian secara presisi hingga ke tingkat tapak," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE