News

Kapolri Bertemu Kepala BPOM, Bahas Penyalahgunaan Obat-Peredaran Kratom 

Puteranegara 02/11/2026 15:02 WIB

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu membahas penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

Kapolri Bertemu Kepala BPOM, Bahas Penyalahgunaan Obat-Peredaran Kratom 

IDXChannel - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu dengan Kepala BPOM Taruma Ikrar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026). Mereka membahas soal penyalahgunaan obat hingga peredaran kratom. 

“Pagi hari ini, kami mendapatkan kunjungan dan sekaligus audiensi dari Bapak Kepala BPOM RI beserta jajaran,” kata Suyudi.

Suyudi menjelaskan, pertemuan yang berlangsung tertutup itu membahas penyalahgunaan obat-obatan tertentu, penggunaan rokok elektrik atau vape, peredaran kratom, hingga pengawasan pangan. 

“Juga pangan yang perlu kita awasi kaitannya dengan program nasional MBG,” ujar Suyudi. 

Dalam hal tersebut, Polri dan BPOM sepakat memperkuat kerja sama untuk mengawasi berbagai persoalan tersebut. Mulai dari pertukaran informasi, peningkatan pengawasan, hingga penegakan hukum.

Pada kesempatan yang sama, Taruna mengatakan, kerja sama kedua lembaga juga akan menyasar penyalahgunaan sejumlah obat, seperti tramadol, heksamin, dan ketamin.

Menurutnya, obat-obatan tersebut membutuhkan pengawasan karena peredarannya harus sesuai dengan ketentuan dan izin edar.

“Bahkan juga komitmen kami yang berhubungan dengan adanya obat bahan alam, sebetulnya belum obat bahan alam, tapi sumber alam kita berupa kratom yang punya potensi dikembangkan, tetapi bisa juga disalahgunakan,” ucap Taruna. 

Selain pengawasan obat, BPOM dan Polri membahas pengawasan program prioritas pemerintah, termasuk MBG dan Koperasi Merah Putih.

Untuk Koperasi Merah Putih, Taruna mengatakan, BPOM mendapat tugas melakukan pendampingan hingga pengawasan terhadap apotek, fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage, serta pangan olahan yang dijual di gerai koperasi.

“Tentu itu membutuhkan pengawasan yang ketat yang tentu perlu bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia,” kata Taruna.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE