News

Kawasan Industri Deltamas (DMAS) Kini Gunakan Pusat Data Berbasis AI

Niko Prayoga 23/01/2026 11:07 WIB

Kota Deltamas menggunakan artificial intelligence di pusat datanya lewat Smart City Command Center.

Kawasan Industri Deltamas (DMAS) Kini Gunakan Pusat Data Berbasis AI. (Foto: Kota Deltamas)

IDXChannel—Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kota Deltamas, Cikarang, menggunakan artificial intelligence dalam pusat datanya melalui Smart City Command Center yang diluncurkan PT Samakta Mitra. 

Perusahaan tersebut merupakan entitas anak kolaborasi antara Sinar Mas Land dengan NEC Indonesia. Kehadiran pusat kendali berbasis AI sekaligus Internet of Things (IoT) di kawasan industri tersebut akan mengintegrasikan seluruh data operasional kawasan secara real-time. 

Pusat kendali berbasis itu akan digunakan misalnya untuk pemantauan lalu lintas, keamanan melalui CCTV pintar, hingga sistem peringatan dini untuk mitigasi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

CEO of Technology Advisory and Business Sinar Mas Land Irvan Yasni mengatakan, penggunaan pusat data berbasis AI merupakan bagian dari strategi besar untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.

“Kehadiran Smart City Command Centre diharapkan dapat membantu kawasan industri mempercepat transformasi digital serta meningkatkan kapabilitasnya. Dengan sistem peringatan dini dan analitik berbasis data, kami berharap pengelola dapat merespons potensi gangguan operasional secara lebih proaktif,” kata Irvan dalam keterangannya.

Selain itu, pusat data berbasis AI ini bisa bermanfaat bagi kelancaran bisnis para tenant. Mengingat ada 205 perusahaan nasional dan internasional yang berdiri di atas lahan seluas 2.200 hektare tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Operasional Kota Deltamas, Tommy Satriotomo sebagai kesiapan digital yang bukan lagi menjadi pilihan di era global seperti sekarang ini.

“Ini menjadi fondasi digital penting bagi Kawasan Industri Deltamas untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan daya saing jangka panjang melalui pemantauan cerdas secara terintegrasi,” tegas Tommy.

Di sisi lain, President Director NEC Indonesia Joji Yamamoto juga menekankan pentingnya perlindungan data dalam ekosistem Industri 4.0. Selain mengandalkan AI dan IoT, pihaknya berkomitmen memperkuat sistem ini dengan solusi cyber security yang andal.

“Kami menghadirkan respons yang lebih cepat dan efisien dengan dukungan IoT dan visualisasi AI yang canggih. NEC siap meningkatkan Smart City Command Centre dengan solusi cyber security yang andal untuk melindungi operasional dari risiko yang terus berkembang,” tandas Joji.


(Nadya Kurnia)

SHARE