News

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Begini Situasi Terkini

Riyan Rizki Roshali 03/06/2026 09:04 WIB

Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026) pagi ini.

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Begini Situasi Terkini. (Foto Riyan Rizki/IMG)

IDXChannel - Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026) pagi ini.

Berdasarkan pantauan IDX Channel di lokasi, terlihat sejumlah pegawai yang baru tiba di kantor BGN, masih menunggu di depan hingga di dalam lobi. Hal ini lantaran proses penggeledahan dikabarkan masih berlangsung.

Redaksi IDX Channel sudah berusaha mengonfirmasi terkait penggeledahan kantor BGN tersebut ke Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna.

Namun, hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan dari yang bersangkutan terkait benar atau tidaknya penggeledahan dilakukan di kantor BGN.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana sebagi jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Kabar pencopotan ini langsung diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hinayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo saat konferensi pers.

Selain Dadan, Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Prasetyo mengatakan, keputusan dari pemerintah yang sudah diambil oleh Presiden Prabowo ini didasarkan sejumlah proses evaluasi.

Selain itu, kata Prasetyo, Presiden Prabowo terus melakukan monitoring dan pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet termasuk kinerja BGN.

“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat. Termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional berkenaan dengan hal tersebut selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring melakukan evaluasi,” ujar dia.

(Dhera Arizona)

SHARE