News

Kemendag Akan Promosikan Bumbu dan Rempah Indonesia di TEI 2026, Ini Strateginya

Kurnia Nadya 13/10/2026 17:44 WIB

Paviliun S’RASA di Hall 3A-2 akan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong penggunaan produk pangan, bumbu, dan rempah.

Kemendag Akan Promosikan Bumbu dan Rempah Indonesia di TEI 2026, Ini Strateginya. (Foto:

IDXChannel—Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mempromosikan kuliner Nusantara sekaligus produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia ke pasar global melalui Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, Paviliun S’RASA di Hall 3A-2 akan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong penggunaan produk pangan, bumbu, dan rempah lokal di industri kuliner global.

“Melalui S’RASA, kami ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendorong pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dalam industri kuliner global. Dengan begitu, promosi kuliner tidak hanya meningkatkan pengenalan terhadap cita rasa Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan permintaan yang berkelanjutan,” ujar Budi dalam keterangan resminya (13/10/2026).

Paviliun S’RASA akan menggelar demonstrasi memasak enam menu khas Indonesia, yakni rendang, sate ayam, nasi goreng, gado-gado, mi bakso, dan soto ayam. 

Kegiatan ini akan menghadirkan empat koki ternama Tanah Air, yaitu Chef Norman Ismail, Chef Sisca Christo, Chef Vindex Tengker, dan Chef Ragil Imam Wibowo. 

Selain memperkenalkan kuliner Nusantara, Paviliun S’RASA akan memfasilitasi business matching antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli dari luar negeri. Agenda ini membuka peluang bagi produsen lokal untuk menjalin kerja sama sekaligus memperluas jangkauan pasar produk pangan dan rempah Indonesia.

Kemendag juga menyiapkan penandatanganan 13 nota kesepahaman (MoU) dengan mitra bisnis dari lima negara, yakni Belanda, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses produk kuliner dan rempah Indonesia ke pasar internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan Paviliun S’RASA dirancang agar pengunjung dapat mengenal produk Indonesia melalui sajian kuliner sekaligus melihat peluang bisnis yang bisa dikembangkan.

“Kami ingin pengunjung melihat Paviliun S’RASA sebagai sebuah pengalaman, bukan sekadar stan pameran. Setiap menu memiliki cerita dan didukung oleh penggunaan produk Indonesia yang dapat membuka peluang bisnis. Paviliun S’RASA dirancang agar pengunjung dapat melihat, mencicipi, dan berinteraksi langsung dengan kekayaan kuliner Indonesia,” ujar Fajarini.

Menurut dia, S’RASA tidak hanya mempromosikan makanan, tetapi juga memperkenalkan identitas dan warisan budaya Indonesia melalui jejaring restoran Indonesia di berbagai negara. Upaya ini turut mendorong penggunaan produk pangan, bumbu, dan rempah Nusantara dalam industri kuliner internasional.

Penyelenggaraan Paviliun S’RASA turut didukung sejumlah sponsor dan mitra bisnis, antara lain DBFoods, Koperasi Wanita Ikaboga, Mahora-hora, Enak Jaya Makmur (Enak Eco), Rinnai Indonesia, Unilever melalui Kecap Bango, Bamboe Indonesia, Garuda Indonesia, dan Master Bagasi. 

Kemendag mengajak pelaku industri, pembeli, media, serta masyarakat untuk mengunjungi Paviliun S’RASA selama TEI ke-41 berlangsung.


(Kidung Dhia)

SHARE