Kemenhut Catat Titik Karhutla Naik Jadi 338, Lonjakan Tertinggi di Kalteng
Jumlah tersebut meningkat 123 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 215 hotspot.
IDXChannel - Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meningkat menjadi 338 titik. Lonjakan paling signifikan terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), yang mencatat 85 hotspot berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Jumlah tersebut meningkat 123 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 215 hotspot. Sementara di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot naik dari 41 menjadi 86 titik.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan tersebut menjadi perhatian dalam penguatan penanganan karhutla, terutama di wilayah Kalimantan Tengah.
Peningkatan hotspot di Kalteng tercatat dari 37 menjadi 85 titik. Adapun Kalimantan Selatan terdeteksi satu hotspot. Sementara Jambi, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Riau nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
"Jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Seluruh indikasi tetap harus diverifikasi langsung di lapangan," ujar Ristianto dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut pada 5 November, pemadaman masih berlangsung di Tanjung Taruna dan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Di Tanjung Taruna masih ditemukan banyak kepulan asap, sedangkan api di Jabiren belum sepenuhnya padam. Kedua lokasi tersebut merupakan lahan gambut dengan tipe kebakaran permukaan dan bawah.
Penanganan karhutla juga masih dilakukan di Sumatera Selatan, meski tidak terdeteksi hotspot high confidence. Pemadaman berlangsung di Pulau Geronggang dan Talang Rimba, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Di Talang Rimba, api belum padam dan masih membutuhkan pemadaman lanjutan. Sementara kebakaran di Pulau Kabai, Kabupaten Ogan Ilir, telah dinyatakan padam.
Selain itu, operasi pemadaman masih berlangsung di Desa Sepaso Timur, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Hingga laporan terakhir, api di lokasi tersebut belum sepenuhnya padam.
Penguatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah turut dikawal langsung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pada Kamis (5/11), Raja Juli tiba di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, untuk memperoleh laporan langsung mengenai perkembangan penanganan karhutla dan insiden kecelakaan helikopter Mi-17V5.
Helikopter milik TNI Angkatan Darat tersebut mengalami kecelakaan pada 4 November saat menjalankan misi water bombing untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah sekitar Taman Nasional Tanjung Puting.
Menhut menyampaikan duka cita mendalam dan penghormatan kepada para kru yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Dia juga memastikan kru yang selamat memperoleh penanganan medis terbaik.
Kehadiran Menhut di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla tetap berjalan di tengah peningkatan hotspot. Koordinasi dengan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait juga terus diperkuat.
Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan relawan terus melakukan patroli, pengecekan lapangan (groundcheck), pemadaman langsung, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, hingga pendinginan sesuai kondisi di lapangan.
(Nur Ichsan Yuniarto)