News

Kemenkes Dirikan RS Darurat di NTT, Tangani Lebih dari 10 Operasi Patah Tulang

Mei Sada 26/08/2026 12:05 WIB

Salah satu kebutuhan medis yang cukup banyak ditemukan setelah bencana gempa adalah penanganan patah tulang.

Kemenkes Dirikan RS Darurat di NTT, Tangani Lebih dari 10 Operasi Patah Tulang

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenks) mendirikan rumah sakit (RS) darurat di lokasi bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, rumah sakit itu sudah menangani operasi patah tulang.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tenaga medis sekaligus berbagai perbekalan dan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan di lokasi bencana.

Menurut Lucia, salah satu kebutuhan medis yang cukup banyak ditemukan setelah bencana gempa adalah penanganan patah tulang. Karena itu, rumah sakit darurat yang dibangun Kemenkes juga dilengkapi dengan kamar operasi.

“Kita bikin kamar operasi di rumah sakit darurat itu, sudah full dan sudah menjalankan operasi. Aku lupa ya, sudah lebih dari 10 operasi untuk fraktur,” kata Lucia saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Selain menangani korban dengan patah tulang, pelayanan di rumah sakit darurat juga mencakup kebutuhan medis lain yang tidak dapat ditunda seperti persalinan.

Selain patah tulang dan persalinan, pelayanan hemodialisa (cuci darah) bagi pasien yang membutuhkan juga tetap dijalankan di tengah kondisi bencana.

“Termasuk juga ibu-ibu melahirkan. Karena itu tidak bisa ditunda kan. Satu ibu melahirkan, kedua hemodialisa. Hemodialisa juga enggak boleh berhenti,” katanya.

Menurutnya, penghentian layanan hemodialisa dapat memperburuk kondisi pasien dan bahkan berisiko menyebabkan kematian. Karena itu, pelayanan tersebut tetap dipastikan berjalan di lokasi terdampak.

Kemenkes juga memastikan kebutuhan medis termasuk stok obat di NTT tersedia dan dalam kondisi aman. Kemenkes memasok obat dan berbagai perbekalan kesehatan langsung dari pusat.

Selain rumah sakit darurat, Kemenkes juga membuka tenda-tenda pelayanan Puskesmas di sejumlah wilayah yang mengalami dampak besar, termasuk Nagekeo.

Distribusi perbekalan tersebut dilakukan dengan bantuan TNI Angkatan Udara (TNI AU), mulai dari obat-obatan hingga alat kesehatan. Bahkan, Kemenkes mengirimkan perangkat X-ray ke lokasi bencana karena pemeriksaan tersebut dibutuhkan dalam penanganan korban patah tulang.

“Mulai dari obat, alat kesehatan, sampai tadi malam kita mengirim X-ray karena di patah tulang itu juga kan perlu ya difoto untuk X-ray-nya. Itu sudah ada di sana semua,” tutur Lucia.

Meski kebutuhan medis terus dipenuhi, Lucia mengatakan penanganan bencana masih menghadapi sejumlah tantangan lain. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti air bersih dan toilet.

Gangguan komunikasi juga menjadi tantangan karena jaringan dibutuhkan untuk mengoordinasikan kebutuhan di lapangan, termasuk ketika tenaga medis membutuhkan obat atau perbekalan tambahan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemenkes turut membagikan perangkat Starlink melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Kalau enggak kan enggak ada komunikasi, kasihan juga gitu kan, gimana mau minta obat dan sebagainya enggak bisa kalau enggak ada komunikasi,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE