News

Kemenkes Fungsikan RS Lapangan untuk Korban Gempa NTT, Sudah Bisa Lakukan Operasi

Niko Prayoga 21/08/2026 09:56 WIB

RS Lapangan itu bahkan telah melayani tindakan operasi pemasangan pen pada seorang anak korban gempa berusia 11 tahun yang mengalami patah tulang.

Kemenkes Fungsikan RS Lapangan untuk Korban Gempa NTT, Sudah Bisa Lakukan Operasi. (Foto: Instagram/Budi Gunadi Sadikin)

IDXChannelKementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai memfungsikan Rumah Sakit Lapangan untuk mendukung layanan kesehatan bagi para korban gempa. 

Dalam siaran pers Kemenkes, RS Lapangan itu bahkan telah melayani tindakan operasi pemasangan pen pada seorang anak korban gempa berusia 11 tahun yang mengalami patah tulang di bagian paha pada Rabu, 19 Agustus 2026. 

Operasi tersebut dilakukan oleh Dokter spesialis ortopedi dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Basuki. 

“Hari ini kami baru selesai operasi pemasangan pen di paha seorang anak usia 11 tahun yang patah akibat gempa di kamar operasi Rumah Sakit Lapangan Ruteng yang dimiliki oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan,” kata dr. Basuki, dikutip Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan, RS Lapangan sangat membantu para korban gempa sekaligus para tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak. Khususnya untuk tindakan operasi di tengah kerusakan fasilitas pelayanan kesehatan akibat gempa yang mengguncang NTT. 

“Fasilitas ini sangat membantu untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk operasi ketika rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan yang lain terdampak gempa ataupun tidak dapat digunakan,” ucap dia.

dr. Basuki berharap fasilitas kesehatan lapangan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan pelayanan kepada lebih banyak masyarakat yang membutuhkan penanganan medis dalam situasi bencana. 

Sehingga pasien khususnya anak yang telah menjalani operasi dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya.

“Semoga adik ini nanti bisa sehat kembali dan bisa menjadi pelari ulung karena dia adalah seorang anak yang suka berlari,” tutur dr. Basuki.

Sementara itu, Ketua Tim EMT Komposit Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Ruteng Kabupaten Manggarai, dr. Franky Rumondor, menuturkan bahwa RS Lapangan itu dibangun dalam waktu hampir 30 jam, dibantu 13 personil di tengah cuaca dingin dini hari.

“Kami membangun rumah sakit lapangan itu selama kurang lebih hampir 30 jam dini hari dengan kondisi cuaca yang dingin dan dengan 13 personil yang membangun rumah sakit lapangan ini,” tutur dr. Franky.

Maka dari itu, ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat sehingga RS Lapangan dapat segera digunakan untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat terdampak.

“Hari ini kami bersyukur telah berlangsung operasi pertama di rumah sakit lapangan yang berada di Stadion Golo Dukal di Kabupaten Manggarai. Dan 13 orang ini adalah orang-orang yang hebat,” beber dia.

dr. Franky menilai, pembangunan RS Lapangan ini merupakan bagian dari upaya respons cepat Kemenkes untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan, terutama ketika fasilitas kesehatan permanen mengalami gangguan akibat gempa.

“Mereka adalah orang-orang yang luar biasa yang dikirimkan oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan untuk membantu masyarakat, saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai,” pungaks dia.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kesinambungan layanan kesehatan, termasuk penanganan pasien yang membutuhkan tindakan medis dan operasi selama proses pemulihan pascabencana.

(Nadya Kurnia)

SHARE