News

Kemenpar Siapkan 5 Program Unggulan untuk Pertahankan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Niko Prayoga 12/02/2026 11:46 WIB

Program pertama dari Kementerian Pariwisata yang bakal menjadi langkah strategis adalah peningkatan sumber daya manusia dan standarisasi keselamatan wisatawan.

Kemenpar Siapkan 5 Program Unggulan untuk Pertahankan Kunjungan Wisatawan Mancanegara. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkap kementerian merancang beberapa langkah strategis untuk mempertahankan capaian kunjungan wisatawan mancanegara, salah satunya dengan lima program unggulan sepanjang 2026. 

Sebagai pengingat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan. Adapun jumlah perjalanan wisata di Indonesia yang mencapai 1,2 miliar perjalanan, dengan jumlah pengeluaran wisman mencapai USD1.267.

“Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan momentum positif serta kinerja yang semakin kuat dan memberikan optimisme bagi arah pembangunan pariwisata nasional ke depan,” ungkap Widiyanti, Rabu (11/2/2026).

Kemenpar juga mencatat pergeseran tren utama wisata di Indonesia. Dalam Indonesian Tourism Outlook 2025 dan 2026, tren utama pariwisata di Indonesia adalah Cultural Immersion, eco-friendly tourism, nature and adventure tourism, culinary tourism, wellness tourism serta leisure atau business leisure dan mice.

“Enam tren ini ini mencerminkan pergeseran referensi wisatawan global yang semakin mengutamakan pengalaman yang personal berkelanjutan dan bernilai. Tren-tren tersebut akan membentuk arah pengalaman berwisata ke depan sehingga perlu diantisipasi dan dikelola secara cermat,” ucap dia.

Maka dari itu, ia menuturkan bahwa fokus utama pariwisata Indonesia saat ini adalah mendorong pariwisata berkualitas sebagai kunci menarik dan menumbuhkan jumlah wisatawan. 

Sehingga, Indonesia bisa bersaing di kancah global dalam sektor pariwisata, bersamaan dengan kualitas wisatawan dsn ekonomi yang dihasilkan.

Menanggapi pergeseran tren ini, Widiyanti mengatakan kementerian telah merancang beberapa langkah strategis untuk mempertahankan capaian tersebut dan menjawab tantangan sektor pariwisata kedepannya.

“Transformasi pariwisata Indonesia dioperasionalkan secara terarah melalui lima program unggulan Kementerian Pariwisata 2026,” tambah dia.

Dia menjelaskan, program pertama dari Kementerian Pariwisata yang bakal menjadi langkah strategis adalah peningkatan sumber daya manusia dan standarisasi keselamatan wisatawan.

“Di saat yang sama, standar keselamatan usaha pariwisata terus diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dan terpercaya bagi wisatawan,” jelas Widiyanti.

Kemudian langkah kedua adalah dengan pengembangan dan penguatan desa wisata. Menurutnya, desa wisata merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

“Desa wisata terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan fokus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kelembagaan dan kesiapan destinasi agar desa wisata semakin kompetitif dan berkelanjutan,” papar dia.

Ketiga, Kementerian Pariwisata bakal mengkurasi dan mempromosikan paket wisata tematik seperti gastronomi, wellnes, bahari, desain, seni dan wisata ramah muslim guna memperkuat daya tarik.

“Keempat, penguatan event by Indonesia terus dilakukan dengan menampilkan identitas unik Indonesia sebagai strategi menciptakan dampak ekonomi dalam waktu yang relatif singkat sekaligus memperkuat citra destinasi nasional,” kata dia.

Sementara, langkah kelima dari Kementerian Pariwisata adalah transformasi digital atau “Tourism 5.0” guna menghadirkan layanan yang berkualitas. Digitalisasi tersebut dilakukan melalui kecerdasan buatan atau AI bernama MAYA (meticulous artificial intelligence of Indonesia).

“Maya atau meticulous artificial intelligence of Indonesia mulai diintegrasikan dalam platform digital pariwisata yaitu Indonesia travel. Dan pada tahun ini penguatan diarahkan pada pengembangan ekosistem event berbasis digital,” pungkas dia.

(Nadya Kurnia)

SHARE