News

Kementerian PU Pastikan Seluruh Jalur Trans Flores Kembali Fungsional Pascagempa

Iqbal Dwi Purnama 18/08/2026 10:02 WIB

Pemulihan infrastruktur pascagempa terus dipercepat untuk memastikan mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Pulau Flores tetap berjalan.

Kementerian PU Pastikan Seluruh Jalur Trans Flores Kembali Fungsional Pascagempa. Foto: dok. Kemmenterian PU.

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh ruas jalan nasional yang menjadi bagian dari jalur Trans Flores kembali fungsional setelah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan infrastruktur pascagempa terus dipercepat untuk memastikan mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Pulau Flores tetap berjalan.

"Secepatnya kita harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja," kata Dody dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).

Berdasarkan penanganan hingga 16 Agustus 2026, sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa telah kembali fungsional. Delapan ruas di antaranya merupakan bagian dari jalur Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, hingga Maumere.

Sementara itu, ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga telah kembali dapat difungsionalkan sehingga akses transportasi masyarakat di wilayah terdampak tetap terbuka.

Kerusakan jalan akibat gempa sebelumnya mencakup puluhan titik longsoran, patahan badan jalan, serta kerusakan pada sejumlah jembatan dan plat duiker.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mencatat sebanyak 40 titik longsoran telah ditangani. Selain itu, empat titik patahan badan jalan juga telah dipulihkan.

Adapun lima titik kerusakan jembatan dan plat duiker masih dalam penanganan. Namun, kondisi tersebut masih memungkinkan untuk difungsionalkan sehingga tidak menghambat mobilitas masyarakat.

Untuk mempercepat pemulihan akses, BPJN NTT telah mengerahkan tujuh unit excavator dan empat unit loader ke sejumlah lokasi terdampak. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, serta menjaga akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.

Dalam kunjungannya ke Nagekeo, Dody juga berkoordinasi dengan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas.

Dody meminta pemerintah daerah segera menyampaikan data sementara beserta titik-titik kerusakan agar tim Kementerian PU dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan secara cepat.

"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kita yang mulai kerjakan. Kewajiban kami dari pusat bahwa memang membantu," ujarnya.

Kementerian PU memastikan penanganan infrastruktur pascagempa akan terus dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan, dengan keselamatan masyarakat dan kelancaran akses menjadi prioritas.

(NIA DEVIYANA)

SHARE