News

Kerja Sama Pangan RI-Polandia Menguat, Akses Pasar dan Investasi Jadi Fokus

Shifa Nurhaliza Putri 21/04/2026 10:45 WIB

Pemerintah memperkuat kerja sama internasional di sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan global.

Kerja Sama Pangan RI-Polandia Menguat, Akses Pasar danI Investasi Jadi Fokus. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Pemerintah memperkuat kerja sama internasional di sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan global. Upaya ini mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono dengan Wakil Menteri Pertanian Polandia Małgorzata Gromadzka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Wamentan Sudaryono menegaskan Indonesia mengambil posisi terbuka dalam menjalin kemitraan global, termasuk memanfaatkan peluang perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa guna memperkuat sistem pangan nasional. Kerja sama tidak hanya difokuskan pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi dan pengembangan sektor pertanian.

"Di tengah konflik geopolitik, perang, dan disrupsi rantai pasok global, kolaborasi antarnegara harus diarahkan pada langkah konkret. Hal itu meliputi pembukaan akses pasar, penyederhanaan prosedur teknis, hingga penguatan investasi dan riset pertanian," ungkap Wamentan Sudaryono, dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas peluang perdagangan komoditas strategis. Polandia mendorong ekspor daging sapi, produk susu, gandum, dan buah berry ke Indonesia. Sementara itu, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan standar kesehatan, sertifikasi veteriner, serta audit sebelum akses pasar diberikan.

Indonesia juga menyatakan kehati-hatian terhadap komoditas tertentu seperti unggas, dengan mempertimbangkan aspek keamanan hayati dan perlindungan produksi dalam negeri. Meski demikian, peluang tetap terbuka bagi komoditas lain yang memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan domestik.

"Sektor pertanian memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Oleh karena itu, kerja sama bilateral dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pangan di masing-masing negara," ungkapnya.

Kedua negara sepakat membentuk kelompok kerja teknis untuk mempercepat penyelesaian protokol perdagangan, khususnya komoditas daging sapi dan produk susu. Langkah ini diharapkan mempercepat proses audit, harmonisasi standar, hingga implementasi perdagangan.

Selain itu, kerja sama akan diperluas melalui pertemuan pelaku usaha, penjajakan investasi, serta peluang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat kemitraan jangka panjang.

Wakil Menteri Pertanian Polandia Małgorzata Gromadzka menilai kerja sama dengan Indonesia memiliki potensi besar karena karakteristik produksi kedua negara yang saling melengkapi. Ia juga menyoroti posisi Polandia sebagai pintu masuk ke pasar Eropa dan Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE