KKP Amankan Kapal dan Awak yang Diduga Aniaya ABK di Perairan Aru
Kapal tersebut dihentikan setelah Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
IDXChannel - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan KM Maulana 23 dan para awak kapal yang diduga melakukan kasus penganiayaan terhadap anak buah kapal (ABK) di perairan Laut Aru, Arafura.
Kapal tersebut dihentikan setelah Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) menerima aduan masyarakat terkait dugaan kekerasan terhadap ABK kapal cumi.
Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) mengerahkan KP Hiu 14 untuk mencari dan menghentikan KM Maulana 23.
“Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan penganiayaan terhadap ABK kapal cumi, KP Hiu 14 bergerak mencari dan menghentikan KM Maulana 23 di perairan Laut Aru, Arafura,” tulis akun resmi Instagram Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), Minggu (4/10/2026).
KM Maulana 23 berserta para awak kemudian dikawal menuju wilayah kerja PSDKP Dobo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“KM Maulana 23 kemudian dikawal menuju Wilker PSDKP Dobo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
KKP menambahkan, akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami dugaan penganiayaan terhadap para ABK.
Dalam video tersebut, seorang ABK tampak dimasukkan ke dalam bak hingga diduga diinjak-injak, ditendang hingga dipukuli oleh terduga pelaku.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan polisi telah menerima informasi tersebut dan melakukan penelusuran.
“Informasi tersebut telah termonitor dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Berdasarkan penelusuran awal, kapal yang dimaksud berada di perairan sekitar Kepulauan Aru. Polda Metro Jaya melalui Polres Tanjung Priok telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan para ABK yang diduga menjadi korban,” kata Kombes Budi.
Budi menyebut para ABK yang diduga menjadi korban telah dievakuasi untuk mendapat penanganan medis.
“Saat ini, para korban telah dibawa ke RSUD Dobo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)