News

Klaim Unggul Lawan Iran, Trump Sebut AS Tidak Butuh Bantuan Inggris Lagi

Rahmat Fiansyah 08/03/2026 10:00 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara tegas menolak bantuan militer Inggris di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara tegas menolak bantuan militer Inggris di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. (Foto: AP)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara tegas menolak bantuan militer Inggris di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Pernyataan tersebut merespons tawaran Kementerian Pertahanan Inggris yang menyatakan bahwa satu dari dua armada lautnya, HMS Prince Wales tengah dalam siaga penuh untuk ikut serta dalam konflik di Timur Tengah (Timteng).

Trump mengatakan, Inggris pernah menjadi sekutu dekat AS, bahkan mungkin sekutu terbaik. Dia menyebut, Inggris akhirnya serius untuk mengirimkan dua kapal militernya ke Timteng.

"Baiklah, Perdana Menteri Starmer, kami tidak membutuhkannya lagi. Tapi kami akan mengingatnya. Kami tidak membutuhkan orang-orang yang baru ikut berperang setelah kami sudah menang," kata Trump dalam media sosial Truth dilansir Al Jazeera, Sabtu (7/3/2026).

Hubungan AS dan Inggris retak sejak Trump menjabat sebagai Presiden AS. Keretakan tersebut semakin terlihat setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari 2026.

Perang tersebut meluas hingga ke kawasan setelah Iran melakukan aksi balasan terhadap agresi AS-Israel. Sejauh ini, 1.332 orang gugur dan AS mengonfirmasi enam tentaranya tewas. Sementara, jumlah korban di sejumlah negara seperti Lebanon, Kuwait, Irak, dan UEA juga terus berjatuhan.

Pemerintah Inggris mengambil sikap hati-hati terhadap perang tersebut sekaligus menyinggung aksi tersebut melanggar hukum internasional.

PM Inggris, Keir Starmer menolak ajakan AS dan Israel bergabung dalam serangan karena hanya akan menimbulkan korban lebih banyak. Selain itu, Inggris juga menolak pangkalan Royal Air Force (RAF) di Siprus digunakan untuk basis militer AS.

"Kami tidak akan bergabung dengan serangan ofensif AS dan Israel dan mengutamakan kepentingan nasional dan nyawa warga Inggris," kata Starmer.

Keputusan Inggris tersebut memicu kekecewaan Trump. Saat bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz di Gedung Putih, Trump berulang kali menyatakan tidak senang dengan Inggris.

Namun belakangan, Inggris mulai melunak saat Starmer mengizinkan AS memanfaatkan pangkalannya, namun untuk tujuan pertahanan terbatas. Pangkalan itu termasuk RAF di Glucestershire dan Diego Garcia di Kepulauan Chagos, Samudera Hindia.

Sementara itu, warga Inggris juga menolak keterlibatan negaranya dalam perang melawan Iran. Dalam survei yang dilakukan Survation terhadap 1.045 responden, 43 persen menyebut perang tersebut tak berdasar. Sebanyak 56 persen juga mendukung langkah Starmer yang tidak mengizinkan pangkalan Inggris dipakai AS.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE