Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Begini Respons Gubernur Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons adanya informasi tersebut. Dirinya berjanji akan menanganinya.
IDXChannel - Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta dilaporkan menjadi yang terburuk di dunia, hal ini bedasarkan informasi melalui laman IQAir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons adanya informasi tersebut. Dirinya berjanji akan menanganinya.
Salah satu caranya untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota, dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dengan kehadiran PLTSa menurutnya busa menghasilkan listrik hingga sekitar 120 megawatt.
"Salah satu yang utama adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, kalau nanti sudah selesai kurang lebih akan menghasilkan sampai dengan 120 megawatt," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Dia menambahkan, salah satu yang penyumbang polusi di Jakarta adalah perusahaan yang masih mengandalkan batu bara sebagai keberlangsungan industrinya.
Oleh karenanya, bila proyek PLTSa telah rampung, dia akan meminta perusahaan tersebut mengurangi penggunaan energi berbasis batu bara.
"Kalau (PLTSa) sudah selesai, saya akan minta salah satu sumber utama dari polusi di Jakarta itu kan masih adanya industri yang menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara," kata Pramono.
Selian itu, polusi dari emisi kendaraan bermotor juga menjadi fokus untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta. Salah satu strategi yang disiapkan dengan menambah jumlah armada bus listrik.
"Bahkan dalam program ke depan saya menargetkan tahun 2030 Jakarta sudah betul-betul semua mobil busnya, EV busnya atau bus listrik yang jumlahnya kurang lebih 10.000 akan kami wujudkan," kata dia.
Dia melanjutkan, jumlah bus listrik saat ini berjumlah 460 unit. Tahun selanjutnya pengadaan bus listrik tentunya akan ditambah secara signifikan.
"Sekarang kita sudah sampai dengan tahun ini sudah 460-an dan tahun depan pengadaan untuk bus listrik dalam porsi yang lebih besar," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)