Lampu Penerangan Minim, Pemudik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Harus Waspada
Penerangan lampu di jalur Lingkar Gentong, Tasikmalaya, minim dan belum sepenuhnya maksimal.
IDXChannel - Penerangan lampu di jalur Lingkar Gentong, Tasikmalaya, minim dan belum sepenuhnya maksimal. Padahal, karakteristik jalur Gentong yang berkelok tajam dan curam tanjakan dan turunan menjadi tantangan bagi para pemudik.
Di jalur satu arah setelah melewati Letter U Gentong, sedikitnya terdapat 15 lampu jalan. Akan tetapi, hanya empat yang menyala. Dari pantauan di lokasi pada menjelang arus puncak mudik, pula didapati penerangan jalan bersumber dominan dari lampu-lampu milik lapak jualan di sepanjang Lingkar Gentong.
Tim redaksi menjajal bagaimana mengendarai kendaraan roda dua di jalan yang minim penerangan ini. Sejauh mata memandang, hanya gelap yang bisa disaksikan, jika tanpa lampu penerangan kendaraan dan lampu-lampu dari lapak.
Laju gas tidak bisa sembarangan karena jika salah perhitungan, maka kendaraan bisa bablas ke marka pembatas, yang tidak ada penanda berkilau atau akrab dikenal sebagai mata kucing.
Melewati Letter U Gentong dan memasuki jalur dua arah, lampu penerangan juga masih terpantau minim menyala. Di jalur dua arah ini terasa krusial lantaran penglihatan yang tidak optimal karena minim penerangan, dapat berakibat fatal. Sebab, ada kendaraan dari arah berlawanan, mulai bus sampai truk.
Kondisi berbeda ditemukan jalur yang bercokol pos mudik dari petugas gabungan, termasuk kepolisian. Lampu- lampu di sekitar pos mudik di Letter U Gentong tersebut dalam kondisi menyala.
Jupen, pemudik yang melaju kendaraannya dari Bogor menuju Ciamis ini merasakan hal yang sama. Baginya, penerangan di jalan sangat penting menentukan keselamatan. Mudik tahun ini menjadi kali pertama bagi dirinya sejak memutuskan menempuh pendidikan pesantren di Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
"Pas di belokan yang kerasa bahaya kalau enggak kelihatan jelas," singkat pria berusia 18 tahun ini saat ditemui di pinggir jalan.
Dari data yang diperoleh Polresta Tasikmalaya Kota, kendaraan yang melintas Lingkar Gentong tembus 52.597 kendaraan hingga 18 Maret petang. Puncak arus mudik pun diprediksi pada H-2 lebaran, dengan estimasi kendaraan yang melintas lebih dari 2.000 kendaraan per jam.
(Nur Ichsan Yuniarto)