News

Macron Puji Peran Indonesia dalam Misi UNIFIL di Lebanon

Binti Mufarida 29/05/2026 06:26 WIB

Macron menegaskan bahwa Prancis dan Indonesia memiliki komitmen yang sama untuk menjaga perdamaian di Lebanon.

Macron Puji Peran Indonesia dalam Misi UNIFIL di Lebanon

IDXChannel - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas peran Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Hal itu disampaikan Macron kepada Prabowo saat Joint Press Statement bersama di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5/2026).

“Saya ingin menghormati komitmen Anda, Presiden, komitmen angkatan bersenjata Anda, dan tekad bersama kita untuk terus bekerja demi perdamaian dan kedaulatan Lebanon, terutama di tengah serangan tanpa pandang bulu yang terus berlangsung di Lebanon Selatan dan telah menyebabkan penderitaan besar serta jutaan pengungsi,” kata Macron.

Pada kesempatan itu, Macron menegaskan bahwa Prancis dan Indonesia memiliki komitmen yang sama untuk menjaga perdamaian di Lebanon.

“Kami juga berkomitmen sepenuhnya bersama-sama untuk kedaulatan dan stabilitas Lebanon, di mana pasukan kami dalam UNIFIL bertindak bersama, dan kedua negara kami memiliki kesamaan dalam kehilangan anak-anak kami demi mempertahankan Lebanon dan komunitas internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Macron juga menyebut Prancis dan Indonesia memiliki persamaan karena sama-sama kehilangan prajurit selama menjalankan tugas di bawah UNIFIL.

“Kami memiliki persaudaraan senjata dan darah karena telah kehilangan prajurit kami dalam beberapa minggu terakhir di dalam UNIFIL," katanya

Tidak hanya itu, Macron juga menyoroti situasi di Lebanon dimana lebih dari 3.000 orang tewas dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus berlangsung.

“Di sini saya ingin mengapresiasi komitmen Anda, Bapak Presiden, serta komitmen angkatan bersenjata Anda, dan tekad bersama kita untuk terus berupaya demi perdamaian dan kedaulatan Lebanon," kata Macron.

“Di saat serangan-serangan terus berlanjut, di mana terdapat lebih dari 3.000 korban tewas, terutama di selatan Lebanon, serta lebih dari satu juta pengungsi, situasi ini tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima,” lanjut Macron.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE