Mendikdasmen Pastikan Program SMK 4 Tahun Sudah Berjalan, Siap Kerja di Luar Negeri
Mendikdasmen memastikan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Tahun, yang dikenal sebagai program SMK Pusat Keunggulan (PK) sudah mulai berjalan.
IDXChannel - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti memastikan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Tahun, yang dikenal sebagai program SMK Pusat Keunggulan (PK) sudah mulai berjalan.
Program ini untuk mempersiapkan siswa agar terserap oleh industri, baik di dalam maupun luar negeri.
"Sudah jalan sebagian. SMK 4 tahun sekarang sudah mulai berjalan termasuk SMK yang kerja sama dengan P2MI, SMK Go Global yang diproyeksikan untuk mereka yang siap bekerja di luar negeri," kata Muti kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Mu'ti pun mengatakan dirinya pada tanggal 19 Mei mendatang akan melepas 3.000 lulusan SMK yang siap bekerja ke luar negeri. "Sudah mulai jalan, sudah mulai jalan dan nanti minggu depan, tanggal 19 (Mei) saya ke Surabaya launching untuk 3.000 pemberangkatan lulusan SMK yang siap ke luar negeri," tuturnya.
Mu'ti menekankan tidak ada diskriminasi antara sekolah negeri maupun swasta dalam pelaksanaan program ini. "Semua, negeri swasta. Jadi sekarang kita enggak membedakan negeri dan swasta. Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak Indonesia. Semua. Jadi kita enggak membedakan negeri swasta," katanya.
"Kesempatan kita buka semuanya, karena itu bagian dari kita membangun partisipasi semesta," tuturnya.
Sementara itu, Mu'ti menegaskan bahwa SMK 4 tahun tidak menjadi program wajib bagi semua sekolah SMK. "Oh, enggak wajib," ujar dia.
Mu'ti menjelaskan program SMK 4 tahun mempunya dua skema yakni sekolah yang sejak awal memang didesain dengan kurikulum 4 tahun, seperti SMK Pembangunan di Semarang. "Misalnya di Semarang itu ada SMK, dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," kata dia.
Kedua, skema tambahan satu tahun bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan 3 tahun namun ingin memperdalam kompetensi khusus. "Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun," tuturnya.
"Nah, itu kita berikan skema-skema yang memungkinkan mereka untuk bisa belajar dan dengan kompetensinya bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," ujarnya.
Lebih lanjut, Mu'ti mengatakan bahwa jurusan SMK 4 tahun ini dikhususkan pada apa yang dibutuhkan oleh market. "Karena itu skema kami SMK itu kan ada tiga. Jadi sekarang kita dorong SMK yang dia memang dikembangkan berbasis keunggulan lokal," ujar dia.
"Jadi misalnya daerah-daerah yang penghasil kopi, kita dorong supaya ada SMK yang membuka program tentang perkopian. Berikutnya juga misalnya yang kelautan, perikanan, itu nanti sejalan dengan kebutuhan nasional untuk swasembada," katanya.
Kedua, ada istilah yang dulu dikenal sebagai link and match, tapi sekarang menggunakan pakai istilah tailor made. Jadi ada industri-industri tertentu yang membutuhkan keahlian tertentu dari anak SMK.
"Industri ini yang bermitra dengan kami, sehingga begitu mereka lulus bisa langsung bekerja di perusahaannya. Jadi semacam kontrak awal, sehingga standar pekerjaannya dan sebagainya sudah mengikuti standar industri itu. Kami sudah ada beberapa MoU dengan beberapa perusahaan," katanya.
Ketiga, dirancang untuk kebutuhan negara tertentu. "Jadi misalnya ada SMK yang menyiapkan lulusannya kerja di Korea Selatan. Apa yang dibutuhkan di sana, itu yang disiapkan. Ada juga yang mengembangkan untuk kerja di Arab Saudi atau Jepang dan negara lainnya," katanya.
"Sejak awal sekolah itu dirancang untuk menyiapkan muridnya bekerja di sana. Dan sejak awal mereka tidak hanya dilatih skill yang diperlukan, tapi juga budayanya, bahasanya, dan sebagainya. Sekarang sudah mulai banyak mengembangkan itu," tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)