News

Menhub: Banjir di Jalur Kereta Api Harus Ditangani Komprehensif

Nur Ichsan Yuniarto 21/01/2026 20:28 WIB

Penanganan banjir di jalur kereta api perlu dilakukan secara komprehensif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menhub: Banjir di Jalur Kereta Api Harus Ditangani Komprehensif

IDXChannel - Penanganan banjir di jalur kereta api perlu dilakukan secara komprehensif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal ini dikatakan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Menurutnya, penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, terlebih curah hujan yang terjadi saat ini  relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Tetapi harus juga dipikirkan untuk jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan," kata Dudy, Rabu (21/1/2026).

Dia ingin memastikan penanganan pascabanjir di lapangan berjalan optimal serta keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga.

Banjir di wilayah Pekalongan disebabkan tingginya intensitas curah hujan. Hal ini menyebabkan Sungai Bremi dan Sungai Meduri meluap.

"Sehingga mengakibatkan genangan air di atas rel pada sejumlah titik khususnya di Km 88+400 serta Km 88+900 hingga Km 89+100," katanya.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah menerima penjelasan dari pemerintah daerah serta direksi KAI terkait kondisi di lapangan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

"Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai," katanya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa sejak 16 Januari hingga 19 Januari 2026 terdapat dua lokasi utama yang terdampak genangan air di wilayah Pekalongan.

"Dampak tersebut menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan. KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari," katanya.

Menurut dia, saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85 persen dengan tidak ada lagi pembatalan perjalanan dan 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE