News

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut Usai Rentetan Kecelakaan Kapal

Iqbal Dwi Purnama 18/09/2026 18:35 WIB

Menhub resmi mencopot Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud yang berlaku mulai hari ini, Jumat (18/9/2026).

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut Usai Rentetan Kecelakaan Kapal. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi resmi mencopot Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud yang berlaku mulai hari ini, Jumat (18/9/2026).

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Arif Toha. Sementara jabatan Dirjen diemban oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

"Iya (Dirjen Perhubungan Laut dicopot). Sementara pak Sesditjen Hubla (Plt. Dirjen)," ujarnya saat dikonfirmasi MNC Portal melalui pesan singkat.

Namun demikian, Arif Toha belum menjelaskan secara detail alasan dibalik pencopotan Muhammad Masyhud dari jabatan Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Namun belakangan kecelakaan kapal terjadi dalam waktu yang saling berdekatan.

Sebagai informasi, sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat ada 601 kecelakaan kapal di Indonesia. Insiden ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 239 orang dan 203 orang hilang.

Terbaru kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa Minggu (13/9/2026). Kecelakaan ini melibatkan 243 penumpang, yang mana 114 orang berhasil di evakuasi termasuk 6 orang meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam pencarian atau belum ditemukan .

Selanjutnya, KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran pada 12 Agustus 2026. Kapal tersebut melayani rute Pelabuhan Padangbai, Karangasem menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Kapal berangkat dari Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Sekitar pukul 03.45 WITA, masinis jaga melihat asap di car deck dan melaporkannya kepada mualim jaga. Laporan kemudian diteruskan kepada nakhoda.

KLM Nurulsalsa 01 mengalami kecelakaan berupa tenggelam. Kapal penumpang tradisional tersebut melayani rute Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar di wilayah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pada 15 Juli 2026 pukul 06.00 WITA, KLM Nurulsalsa 01 berangkat dari Jampea menuju Benteng Selayar.

Sekitar pukul 11.25 WITA, Unit Penyelenggara Pelabuhan Jampea menerima informasi bahwa kapal mengalami mati mesin dan terombang-ambing sekitar empat mil laut di selatan Pulau Polassi.

Sementara itu, insiden KM Prince Soya terjadi ketika kapal sedang bersandar di pelabuhan umum Samarinda. Kapal milik PT Bunga Teratai tersebut membawa 37 orang kru dan seluruhnya berhasil selamat. Kejadian ini dikategorikan sebagai kecelakaan kerja. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE