Menhub Sebut 110 juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Periode Nataru 2025/2026
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan hasil evaluasi penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan hasil evaluasi penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada DPR RI. Tercatat ada 110 juta orang melakukan perjalanan selama periode tersebut.
"Saya mewakili Kementerian Perhubungan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama, kolaborasi, dan keterlibatan berbagai pihak yang telah terjalin dengan baik dan harmonis, selama penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Raker bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menhub menyebut berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat sekitar 110,43 juta orang melakukan perjalanan. Angka ini meningkat 16,65 persen dibandingkan realisasi Nataru 2024/2025 yang mencapai sekitar 94,67 juta orang.
"Kenaikan signifikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur panjang, sekaligus menjadi tantangan besar dalam menjaga kelancaran dan keselamatan transportasi," kata Menhub.
Pemerintah mengoperasikan posko terpadu dengan titik pantau di ratusan simpul transportasi yakni 115 terminal tipe A, 62 terminal Tipe B, 471 stasiun KA, 257 bandara, 264 pelabuhan laut, 248 pelabuhan penyeberangan, 42 gerbang tol, dan 44 jalan arteri untuk memastikan respons cepat terhadap dinamika lapangan, termasuk kondisi cuaca ekstrem.
Selama masa Nataru, pemerintah memberlakukan program diskon tarif angkutan umum di berbagai moda. Untuk penerbangan domestik, hasil pemantauan menunjukkan penurunan harga tiket pada periode puncak berada di kisaran 15–19 persen dibandingkan rata-rata harga sebelum diskon.
Bahkan pada beberapa rute penerbangan, harga dapat mencapai penurunan hingga 24 persen dibandingkan tarif sebelum diskon. Kebijakan ini dinilai efektif membantu masyarakat mengakses layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau.
Di samping itu, program mudik gratis pada masa Nataru yang mencakup moda darat, laut, dan perkeretaapian juga dimanfaatkan oleh puluhan ribu masyarakat. Program tersebut tidak hanya meringankan beban biaya perjalanan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama.
Capaian positif penyelenggaraan Nataru juga tercermin dari hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Pustral UGM yang mencatat nilai 87,43 dengan kategori sangat puas. Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan dan langkah operasional pemerintah dirasakan langsung manfaatnya oleh pengguna jasa transportasi.
(Rahmat Fiansyah)