Menko AHY Targetkan Jembatan Tol Musi V Dapat Beroperasi Sebelum Mudik 2026
Jembatan Tol Musi V yang merupakan bagian dari ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dapat dikejar sebelum Hari Raya.
IDXChannel—Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menargetkan Jembatan Tol Musi V dapat berfungsi sebelum arus mudik dan balik Lebaran 2026.
AHY mengecek langsung pembangunan jembatan tersebut. Dia mengatakan keberadaan Jembatan Tol Musi V yang merupakan bagian dari ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dapat dikejar sebelum Hari Raya.
“Sebentar lagi kita juga akan menghadapi Lebaran, berarti akan ada arus mudik dan arus balik. Insya Allah sebelum itu terjadi, ini sudah bisa difungsikan sebagai jalan tol fungsional,” kata AHY kepada wartawam, Jumat (13/2/2026).
AHY mengatakan kehadiran Jembatan Musi V dinilai krusial karena mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi.
“Signifikansinya adalah yang biasanya tanpa ada jalan tol dari Palembang menuju Betung itu bisa tiga hingga empat jam. Insya Allah dengan hadirnya jalan tol termasuk jembatan ini bisa hanya satu jam saja,” ujarnya.
Waktu perjalanan dari Palembang menuju Betung yang lebih singkat menurutnya dapat meningkatkan produktivitas masyarakat. Kelancaran mobilitas juga sangat terasa manfaatnya saat arus mudik dan arus balik Lebaran yang umumnya diwarnai lonjakan volume kendaraan.
Kendati demikian, AHY tetap mengingatkan pembangunan Jembatan Musi V harus tetap memperhatikan prioritas utama faktor keselamatan. Dia meminta proses uji kelayakan dan uji kekuatan jembatan harus dilakukan secara cermat dengan melibatkan para ahli dan pakar sebelum dioperasionalkan penuh.
Sebagai informasi, Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter, dengan bentang tengah 100 meter + 180 meter + 100 meter, serta jalan pendekat masing-masing 656 meter (Bengkinang) dan 648 meter (Gandus).
Struktur jembatan dirancang dengan kapasitas beban hingga 1.800 ton secara bersamaan, dengan standar minimal operasional sekitar 70 persen dari kapasitas tersebut atau sekitar 1.200 ton.
Proyek konstruksi ruas tol ini memiliki nilai investasi sekitar Rp13 triliun. Selain percepatan konstruksi, Menko AHY turut menyoroti pentingnya penyelesaian pembebasan lahan agar tidak menghambat progres di lapangan.
(Nadya Kurnia)