News

Menlu ASEAN Akan Bertemu di Filipina, Perang Iran Jadi Perhatian Utama

Wahyu Dwi Anggoro 20/07/2026 15:16 WIB

Para menteri luar negeri (menlu) Asia Tenggara akan berkumpul di ibu kota Filipina, Manila, pekan ini.

Menlu ASEAN Akan Bertemu di Filipina, Perang Iran Jadi Perhatian Utama. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Para menteri luar negeri (menlu) Asia Tenggara akan berkumpul di ibu kota Filipina, Manila, pekan ini.

Dilansir dari AP pada Senin (20/7/2026) , forum tersebut juga akan diikuti oleh rekan-rekan mereka dari Barat dan Asia, termasuk dari Amerika Serikat (AS), China, Rusia, dan Uni Eropa.

Sejumlah konflik di dunia, termasuk pertempuran terbaru di Iran, akan menjadi agenda utama dalam pertemuan tingkat menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) itu. Filipina memegang jabatan ketua blok regional tersebut tahun ini.

Para menlu ASEAN akan bertemu satu sama lain terlebih dahulu pada Selasa untuk membahas sejumlah isu utama, termasuk permusuhan antara AS dan Iran yang semakin meluas. 

Mereka berencana untuk mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan atas perkembangan tersebut dan mendesak kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan, kata dua diplomat asal Asia Tenggara kepada AP.

Pertempuran tersebut kembali mengancam lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz, jalur maritim yang biasanya dilintasi 20 persen pasokan minyak global.

Asia Tenggara sangat bergantung pada minyak dan gas Timur Tengah, sehingga sangat terpukul oleh guncangan pasokan dan harga global yang dipicu oleh perang di Iran.

Selain konflik eksternal, para menlu ASEAN juga berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk menyelesaikan konflik di wilayah mereka sendiri, terutama perang saudara di Myanmar dan sengketa di Laut Cina Selatan.

Sejak militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah demokratis pimpinan Aung San Suu Kyi pada 2021, lebih dari 8.100 orang telah tewas dalam pertempuran di Myanmar dan hampir 22.500 orang masih ditahan.

Rencana perdamaian lima poin yang dikeluarkan oleh para pemimpin ASEAN pada 2021 gagal mengakhiri kekerasan di Myanmar, terutama karena ketidakpatuhan pemerintah yang didukung militer. Hal ini membuat para pemimpin negara itu dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN, termasuk helatan minggu ini di Manila.

Dalam upaya untuk memecah kebuntuan, para menlu ASEAN bertemu dengan rekan mereka dari Myanmar untuk pertama kalinya dalam lima tahun di Bangkok awal bulan ini, di mana mereka memperbarui seruan untuk meredakan kekerasan di negara tersebut dan memperbarui upaya untuk mendorong dialog di antara semua kelompok yang bertikai. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE