News

Menlu Iran Puji Dukungan Masyarakat Indonesia yang Mengecam Agresi Brutal AS

Dhera Arizona Pratiwi 22/03/2026 10:45 WIB

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Seyed Abbas Araghchi mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1447 H.

Menlu Iran Puji Dukungan Masyarakat Indonesia yang Mengecam Agresi Brutal AS. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Seyed Abbas Araghchi mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1447 H kepada masyarakat muslim negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Dia turut menyampaikan terima kasih karena Indonesia, Malaysia, dan Brunei telah menunjukkan solidaritas dengan mengecam agresi Amerika Serikat terhadap Iran. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat Iran.

"Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kepada pemerintah & masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas," ujarnya dalam akun resmi X @araghchi, dilihat Minggu (22/3/2026).

Sebagai informasi, masyarakat Iran merayakan hari raya Idulfitri di tengah situasi serangan AS dan Israel. Tidak peduli dengan momen suci umat Islam, AS dan Israel terus melancarkan serangan.

Di tengah perayaan Idulfitri di Iran, Sabtu (21/3/2026), AS dan Israel menyerang fasilitas nuklir Natanz Iran.

Presiden AS Donald Trump mengusulkan pembentukan koalisi multinasional untuk mengawal kapal di Selat Hormuz, yang secara efektif tak bisa diakses karena ancaman serangan dari Iran.

Namun, baik sekutu maupun pesaing AS seperti China, Korea Selatan, Jepang, Inggris, dan Prancis menolak usulan tersebut.

Untuk diketahui, Iran menciptakan koridor pelayaran aman bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz.

Dilansir dari Lloyd's List pada Sabtu (21/3/2026), satu kapal diketahui membayar USD2 juta atau sekitar Rp34 miliar untuk menggunakan koridor aman tersebut.

Menurut beberapa sumber, setidaknya sembilan kapal yang tidak memilki hubunhan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melintasi Selat Horidoz melalui koridor aman tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan untuk mengurangi skala operasi militer terhadap Iran.

Dilansir dari AP pada Sabtu (21/3/2026), pernyataan ini muncul setelah harga minyak kembali naik dan pasar saham AS turun tajam.

AS melakukan tindakan yang bertolak belakang soal Iran dalam beberapa hari terakhir. Washington terkadang memberikan pernyataan yang meredakan ketegangan, namun ada juga tindakan yang justru memperuncing konflik.

(Dhera Arizona)

SHARE