MRT Jakarta Ajak 7 Pengembang Investasi Bangun 60 Persen Jalur Kembangan-Balaraja
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, rencana investasi dari developer masih dalam pembahasan, sebelum akhirnya bisa teken nota kesepahaman (MoU).
IDXChannel - Proyek jalur Mass Rapid Transit (MRT) fase 2 rute Kembangan, Jakarta Barat hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, mengandalkan sebagian besar bantuan modal pihak pengembang properti atau developer. Upaya pendanaan yang diinisiasi PT MRT Jakarta (Perseroda) ini digadang-gadang sebagai alternatif untuk tidak terlalu bergantung APBD Jakarta.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, rencana investasi dari developer masih dalam pembahasan, sebelum akhirnya bisa teken nota kesepahaman (MoU). Masuknya modal swasta memegang peran penting dalam perampungan proyek jalur MRT lintas Timur-Barat (East-West) yang diproyeksikan memiliki panjang jalur 29,9 kilometer (km) dan 14 stasiun ini.
"Kalau kami bisa bangun titik-titik ini, ya itu 60 persen cost dari total cost. Sehingga negara tinggal membangun sisanya tuh 40 persen. Ini adalah skema yang coba kami dorong dalam rangka semangatnya untuk membangun infrastruktur massal, modern, tetapi dari sisi fiskal kita efisien," ujarnya dalam forum diskusi di kantor MRT Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Menurut Tuhiyat, investasi developer di rute Kembangan-Balaraja tinggal menunggu waktu. Para investor menunjukan tanda-tanda ketertarikan atas dasar kepentingan konektivitas yang dapat memudahkan akses ke lokasi perumahan yang mereka bangun. Sedikitnya ada tujuh developer yang diprospek untuk teken nota kesepahaman.
"(Developer) Sangat tertarik. Mereka ingin membangun kawasan stasiunnya. Kami dorong namanya developer contribution. Anda (developer) bangun stasiun, nanti kami hubungkan," kata dia.
Tuhiyat menekankan realisasi pembangunan jalur MRT yang menghubungkan dua provinsi tersebut bakal bisa mengurai masalah konektivitas. Jakarta sebagai tujuan tempat bekerja dan berbisnis telah banyak diisi penduduk asal Bodetabek. Sehingga, perlu inisiatif antar-pemerintah daerah.
"Kami sadar dan atas dasar itu MRT aktif sekarang. Aktifnya apa? Mendorong masing-masing pemerintah, men-drive pemerintah. Supaya bisa terkoneksi secara cepat. Sehingga penumpang yang dari sana tidak membawa mobil pribadi. Stop di sana, masuk MRT," kata dia.
(Dhera Arizona)