Open House di Istana, Mensesneg: Wujud Kebersamaan Presiden dan Masyarakat
Presiden Prabowo Subianto menggelar acara open house dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu.
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menggelar acara open house dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu (21/3/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat umum sebagai wujud kebersamaan di momen hari raya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus menjelaskan konsep pelaksanaan gelar griya tahun ini. Menurutnya, Presiden Prabowo sejak beberapa hari sebelumnya telah mengarahkan agar kegiatan tersebut tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara.
“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga. Karena beliau tidak ingin merepotkan barangkali ada agenda-agenda atau acara-acara keluarga. Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” ujar Prasetyo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga direncanakan untuk menyapa langsung masyarakat yang hadir, sebagaimana tradisi yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Insyaallah, sebagaimana tahun lalu, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di Istana Merdeka,” ucap Prasetyo.
Adapun jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan mencapai 5 ribu orang. Pemerintah tidak melakukan pembatasan ketat, melainkan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk hadir secara sukarela.
“Memang kita tidak membatasi atau tidak mengorganise sebagaimana acara biasanya. Misalnya seperti acara 17 Agustus, kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir, sukarela, dipersilahkan sepanjang masih memungkinkan, kami persilahkan untuk masuk ke dalam lingkungan Istana,” ujarnya.
Prasetyo pun menegaskan bahwa penyelenggaraan gelar griya ini merupakan bagian dari tradisi yang telah berlangsung setiap tahun. Namun demikian, terdapat penekanan pada kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat.
“Sebagaimana kami juga sampaikan melalui surat edaran bahwa kita dihimbau, para pejabat pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk mengurangi kegiatan-kegiatan open house dan halal bihalal oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita yang di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah, Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” ucap Prasetyo.
Selain masyarakat umum, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan dari para Presiden Republik Indonesia sebelumnya, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.
“Insyaallah, rencananya sore ini,” pungkas Menteri Pras. (Wahyu Dwi Anggoro)