Pembangunan Tanggul Laut Pantura Akan Dikombinasikan Penanaman Mangrove
Pohon mangrove yang merupakan penahan air laut alami.
IDXChannel - Pembangunan tanggul laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan dikombinasikan dengan pohon mangrove. Hal ini dilakukan sebagai solusi berbasis alam.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pohon mangrove yang merupakan penahan air laut alami.
"Kita sedang merancang membangun tanggul di laut selain tanggul pantai. Kita mengombinasikan dengan mangrove karena ini merupakan solusi yang berbasis alamiah. Sebab mangrove itu juga sangat efektif untuk dikombinasikan," kata AHY, Jumat (19/6/2026).
Dia menambahkan, pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan banjir akibat fenomena naiknya permukaan air.
Dia melanjutkan, setiap tahun Pantura Jawa mengalami penurunan permukaan tanah 5-20 sentimeter (cm) akibat puluhan juta orang mengambil air dari dalam tanah.
"Pemerintah saat ini berupaya membangun tanggul laut raksasa di sepanjang Pantura Jawa yang panjangnya lebih dari 500 kilometer dan itu dilakukan secara bertahap," katanya.
AHY melanjutkan, pemerintah mematangkan desain tanggul laut raksasa.
"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa," katanya.
"Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," kata AHY.
(Nur Ichsan Yuniarto)