Pemerintah Masih Finalisasi Rekrutmen ASN 2026, Pertimbangkan Kemampuan Fiskal
Saat ini, hampir seluruh kementerian telah menyampaikan kebutuhan pegawai untuk rekrutmen ASN.
IDXChannel - Pemerintah masih mematangkan skema rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk 2026. Sejumlah opsi juga sedang dikaji, termasuk kebutuhan formasi di berbagai instansi serta penyesuaian dengan kondisi fiskal dan prioritas pembangunan nasional.
“Belum, sedang kita finalkan, kita rumuskan,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawakan Program Strategis Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Saat ini, hampir seluruh kementerian telah menyampaikan kebutuhan pegawai untuk rekrutmen ASN. Meski begitu, angka pasti formasi belum bisa diumumkan. Prasetyo juga menekankan bahwa jumlah kebutuhan ASN harus mempertimbangkan kemampuan fiskal negara.
"Mungkin ada prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi, karena bagaimanapun juga kita harus mempertimbangkan juga kondisi kemampuan kita secara fiskal. Contohnya seperti itu," ujarnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini telah meminta seluruh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan kebutuhan pegawai.
"Ibu Menpan-RB juga sudah berkirim surat kepada seluruh K/L, kepada pemerintah daerah juga untuk melakukan semacam pemetaan. Meskipun sebenarnya secara terpisah kita di pusat juga melakukan pemetaan terhadap seluruh ASN yang sudah existing gitu. Jadi ini sedang dicari titik temunya nanti kalau bicaranya masalah jumlah," ujarnya.
Prasetyo juga mengungkapkan wacana terkait pelibatan Kementerian Pertahanan dalam proses pendidikan dan pelatihan calon ASN apabila rekrutmen resmi dibuka. Hal ini dipertimbangkan karena Kementerian Pertahanan dinilai memiliki fasilitas lembaga pendidikan yang memadai dan tersebar di berbagai wilayah.
"Itulah kenapa rapat kita selenggarakan di Kementerian Pertahanan,” ujarnya.
(NIA DEVIYANA)