News

Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Bulgaria Jadi Gerbang Masuk Produk Indonesia ke Eropa

Kurnia Nadya 15/09/2026 13:18 WIB

Peluang tersebut menjadi bagian dari penjajakan untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia-Bulgaria.

Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Bulgaria Jadi Gerbang Masuk Produk Indonesia ke Eropa. (Foto: Istimewa)

IDXChannelBulgaria membuka peluang menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Uni Eropa. Hal ini adalah salah satu pembahasan dalam pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev.

Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (14/9/2026), menyambut peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria pada 20 September 2026.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan pembahasan perdagangan dan investasi dalam pertemuan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk agroindustri dan logistik.

"Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik, dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau market di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta,” jelas Anis, dikutip dari siaran pers (15/9/2026).

Menurut Anis, peluang tersebut menjadi bagian dari penjajakan untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia-Bulgaria, khususnya melalui perdagangan dan investasi yang lebih strategis.

Sejalan dengan upaya memperluas akses pasar Eropa, Indonesia juga mengharapkan dukungan Bulgaria terhadap penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengatakan penyelesaian perjanjian tersebut diharapkan dapat memperkuat peluang kerja sama Indonesia dengan pasar Eropa, termasuk dalam sektor pangan dan transfer teknologi.

“Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027, di mana kami berharap support dari Bulgaria,” kata Dyah.

Selain perdagangan dan investasi, pemerintah juga melihat peluang memperkuat hubungan Indonesia-Bulgaria melalui sektor ekonomi kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan kolaborasi dapat dikembangkan melalui pertemuan serta pertukaran antarpelaku ekonomi kreatif kedua negara. Salah satunya adalah dengan mengundang delegasi Bulgaria menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE).

“Kalau dari sektor ekonomi kreatif, tadi salah satunya tentu kita mengundang delegasi dari Bulgaria untuk datang ke World Conference on Creative Economy,” kata Irene.

Sementara itu, Gibran menilai momentum 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara dapat menjadi kesempatan untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, teknologi hingga ekonomi kreatif.

“Selamat datang di Indonesia. Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” ujar Wapres Gibran.

Gibran juga menyampaikan salam hangat Presiden Prabowo Subianto kepada DPM Bulgaria serta ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan Bulgaria yang akan diperingati pada 22 September 2026.

“Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” lanjut Gibran.

(Kidung Dhia)

SHARE