News

Petugas dan Relawan Gugur Saat Padamkam Karhutla, DPR: Pengorbanan Mereka Harus Dapat Penghargaan

Achmad Al Fiqri 23/10/2026 15:03 WIB

Pemerintah harus memberikan perlindungan dan penghargaan kepada para petugas dan relawan tersebut.

Petugas dan Relawan Gugur Saat Padamkam Karhutla, DPR: Pengorbanan Mereka Harus Dapat Penghargaan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sembilan petugas dan relawan yang membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, Pemerintah harus memberikan perlindungan dan penghargaan kepada para petugas dan relawan tersebut.

"Tentunya kita banyak berterima kasih atas dedikasi para petugas dan bantuan relawan dalam proses penanganan Karhutla. Untuk itu, kami atas nama DPR juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya sejumlah petugas dah relawan saat berjibaku memadamkan api," tutur Puan dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Kendati demikian, Pemerintah perlu untuk mengevaluasi standar operasional prosedur proses pemadaman Karhutla.

“Petugas dan relawan pemadaman Karhutla adalah pahlawan kemanusiaan karena berjuang demi membantu keselamatan masyarakat. Pengorbanan mereka seharusnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak dari Negara,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejumlah petugas dan relawan gugur saat berjuang memadamkan api Karhutla. Setidaknya 9 petugas dan relawan pemadaman Karhutla gugur, terdiri dari 3 orang di Kalimatan Tengah, 5 orang petugas/relawan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, dan terbaru satu orang di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, bernama Nurdin.

Bahkan seorang warga lansia yang membantu memadamkan Karhutla untuk mencegah api menjalar ke permukiman di Samarinda, Kalimantan Timur, juga meninggal dunia. 

Puan berkaga, rangkaian gugurnya para relawan dan warga itu memperkuat urgensi mempercepat pengendalian Karhutla dan menjaga seluruh pihak yang menghadapi dampaknya, termasuk dampak dari asap kebakaran.

“Selain untuk warga, perhatian pemerintah juga perlu menjangkau petugas dan relawan yang membantu pemadaman api Karhutla. Harus ada jaminan keselamatan dan kesehatan bagi para petugas dan relawan, keluarga menunggu mereka pulang,” tuturnya.

“Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan,” katanya.

Puan mengingatkan warga di wilayah terdampak memerlukan bantuan untuk mempertahankan kehidupan mereka. "Orang tua yang mendampingi anak sakit, pekerja yang mengurangi aktivitas, dan pelaku usaha yang kehilangan pendapatan perlu menjadi perhatian dalam keputusan Pemerintah," kata Puan.

Puan pun mendorong Pemerintah pusat dan daerah memastikan langkah perlindungan kesehatan terhubung dengan dukungan terhadap kebutuhan keluarga. "Daerah yang kemampuannya terbatas perlu memperoleh bantuan tepat waktu agar pelayanan dan pertolongan tetap berjalan," ujar dia.

Sementara bagi petugas/relawan dan warga yang meninggal dunia buntut Karhutla, Puan meminta Pemerintah memberikan pendampingan bagi para keluarga korban secara berkelanjutan setelah masa duka awal.

“Pemerintah perlu membantu mereka memperoleh hak dan dukungan yang tersedia, termasuk untuk menjaga pengasuhan, penghidupan, serta keberlanjutan pendidikan anak,” kata Puan.

“Setiap keluarga yang menanggung beban akibat Karhutla beserta dampak kabut asap berhak memperoleh perhatian yang layak, termasuk ketika harus menata kembali kehidupannya setelah kehilangan,” katanya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE