Petugas Haji 2026 Bakal Dididik ala Militer Selama 3 Minggu, Demi Tingkatkan Kinerja
Penggemblengan ala militer itu dalam rangka persiapan pendampingan jamaah haji tahun ini.
IDXChannel—Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan para petugas haji akan dididik dan dilatih secara militer di Asrama Haji, Pondok Gede, selama tiga minggu.
Penggemblengan ala militer itu dalam rangka persiapan pendampingan jamaah haji tahun ini. Para petugas mulai masuk asrama pada tanggal 10 Januari.
Keputusan untuk mendidik petugas haji secara militer datang dari evaluasi penyelenggaraan haji periode sebelumnya. Menurut Dahnil, ada hal-hal dalam soft skill para petugas haji yang mesti ditingkatkan.
“Banyak kritik dari publik, termasuk jamaah terkait komitmen pelayanan. Jadi, kita ingin pastikan para petugas haji orientasi pertamanya adalah pelayanan jamaah bukan nebeng naik haji,” kata Dahnil saat ditemui di Asrama Haji, Kamis (8/1/2026).
Kementerian juga ingin memastikan para petugas haji mampu menunjukkan integritas, kedisiplinan, dan kekompakan. Karena tugas-tugas mereka di Madinah dan Mekkah memerlukan kerja sama tim.
Selama ini, Dahnil menilai kerja sama tim petugas haji bermasalah, begitu juga dengan tingkat kedisiplinan dan koordinasinya. Hal-hal ini menjadi kritikan dari Dahnil.
Dia menilai pendidikan ala militer menjadi satu-satunya cara untuk memperbaiki kinerja para petugas haji. Tak terkecuali membangun kekuatan fisik yang mesti dimiliki petugas haji saat melayani jamaah di Tanah Suci.
“Instansi mana yang memiliki kapasitas untuk membangun tim yang kuat? Militer. Jadi kalau ada yang bilang ini militerisme, iya, karena kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisplinan dan kerja tim yang kuat dari militer, termasuk Peraturan Baris Berbaris karena awal dari ketertiban, kedisplinan itu dari PBB misalnya,” ucapnya.
Bukan cuma terlibat dalam pendampingan pelatihan, kementerian juga memperbanyak jumlah aparat TNI dan Polri yang bertugas sebagai petugas haji. Dahnil mengatakan keputusan penambahan personel aparat merupakan hal yang berdasar.
“Ditambah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Amanah Presiden Prabowo menginginkan unsur TNI polri karena evaluasi setiap tahun bahwa kinerja petugas haji dari TNI atau Polri itu bagus,” kata dia.
(Nadya Kurnia)