News

PM Vietnam Sebut Kebijakan Tarif Tinggi AS Rugikan Ekonomi Global

Ibnu Hariyanto 05/05/2025 12:57 WIB

Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menyebut kebijakan tarif impor Amerika Serikat berdampak negatif pada ekonomi global.

Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menyebut kebijakan tarif impor Amerika Serikat berdampak negatif pada ekonomi global. (Foto: iNews Media Grup)

IDXChannel- Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menyebut kebijakan tarif impor Amerika Serikat berdampak negatif pada ekonomi global. Dia menyebut tarif tinggi tersebut mengganggu rantai pasok internasional.

Hal itu disampaikan Chinh dalam pidatonya di hadapan parlemen pada Senin (5/5/2025) sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance. Saat ini Vietnam dikenakan tarif impor dari AS sebesar 46 persen.

"Langkah balas-membalas berupa tarif yang diterapkan Presiden Trump memberi tekanan besar pada perekonomian global," kata Chinh. 

Sebab, Vietnan sangat bergantung kepada ekspor. Dengan kebijakan tarif itu, kondisi ekonomi Vietnam dalam keadaan sulit dan rumit.

Chinh menjelaskan Vietnam terus berusaha meredam dampak dari tarif tinggi itu dengan berdialog langsung bersama pemerintahan AS. Ia menyebut Vietnam termasuk salah satu negara pertama yang diizinkan untuk melakukan negosiasi dengan AS.

Pemerintah Vietnam juga mengupayakan strategi jangka pendek untuk menjaga stabilitas ekonomi. 

"Kami tetap tenang dan berani, serta telah mengambil sejumlah langkah tepat," ujar Chinh.

Tarif sebesar 46 persen untuk produk Vietnam merupakan bagian dari kebijakan perdagangan agresif AS untuk mengurangi defisit perdagangan. Namun kebijakan itu kini masih dalam masa penangguhan hingga Juli 2025.

Meski demikian, kebijakan ini menuai kritik karena dianggap bisa merusak kerja sama dagang dengan negara-negara berkembang yang sangat mengandalkan ekspor, seperti Vietnam.

(Ibnu Hariyanto)

SHARE