PMI Kerahkan Logistik untuk Tangani Korban Gempa M7,7 NTT
Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan evakuasi.
IDXChannel - Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan logistik untuk menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan evakuasi yang masih berlangsung.
Menurut JK, berdasarkan laporan awal yang diterimanya, sebanyak 33 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores tersebut.
"Jadi kita sudah mendengarkan laporan dari sana, 33 masyarakat kita meninggal. Karena itu kita menyatakan duka cita yang dalam," kata JK di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).
Meski demikian, JK mengingatkan angka korban pada hari pertama bencana biasanya masih bersifat sementara. Ia mencontohkan sejumlah bencana besar sebelumnya yang menunjukkan jumlah korban terus bertambah setelah proses pencarian dan pendataan dilakukan.
"Biasanya gempa begitu pada awalnya memang sedikit yang dinyatakan meninggal. Tapi banyak tentunya yang orang tertimpa, hilang, macam-macam. Kalau nanti itu pasti lebih banyak dari itu," katanya.
JK mengatakan PMI telah bergerak sejak awal kejadian. Relawan PMI di daerah terdampak telah melakukan asesmen kebutuhan, sementara logistik darurat dikirim dari sejumlah gudang PMI.
"Dan kita sudah mengirim logistik dari gudang di Kupang, dari Bali, dan dari Gresik. Di situ ada gudang logistik untuk kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan lainnya, tenda-tenda dan semua. Jadi sudah beroperasi sejak awal," katanya.
Selain itu, PMI juga menerima laporan adanya kerusakan fasilitas kesehatan yang menyebabkan pasien harus dievakuasi keluar dari rumah sakit.
JK menambahkan dampak gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Flores, termasuk Labuan Bajo. Sejumlah hotel di kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan.
"Seluruh Flores itu sampai ke Labuan Bajo kena. Beberapa hotel di Labuan Bajo itu mengalami kerusakan," kata dia.
Ia pun mengajak masyarakat yang ingin membantu korban gempa untuk menyalurkan bantuan melalui PMI agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara terkoordinasi melalui jaringan relawan dan pengurus PMI di daerah terdampak.
"Masyarakat yang ingin membantu dapat melalui PMI karena PMI mempunyai relawan, mempunyai pengurus di kabupaten-kabupaten itu yang dapat segera mengatasinya.
(Nur Ichsan Yuniarto)