News

Polri Terjunkan 5.641 Personel Jaga FIFA ASEAN Cup di Jakarta dan Bandung

Puteranegara 21/09/2026 11:38 WIB

Polri memetakan sejumlah potensi gangguan, mulai dari kepadatan penonton hingga dinamika antar-suporter.

Polri Terjunkan 5.641 Personel Jaga FIFA ASEAN Cup di Jakarta dan Bandung

IDXChannel - Polri menerjunkan ribuan personel untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat (Jabar). 

Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana mengungkapkan sebanyak 5.641 personel kepolisian dilibatkan dalam operasi pengamanan tersebut.

"Mengerahkan sebanyak 5.641 personel yang terdiri dari 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro, dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat," kata Laksana di Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2026).

Polri memetakan sejumlah potensi gangguan, mulai dari kepadatan penonton hingga dinamika antar-suporter. Ajang olahraga internasional tersebut dijadwalkan berlangsung selama 16 hari, mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Personel tersebut tidak hanya ditempatkan di dalam stadion. Pengamanan juga mencakup titik kedatangan, hotel atau lokasi akomodasi, tempat latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, hingga lokasi lain yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Polri telah melakukan pemetaan sebelum pertandingan berlangsung. Salah satu perhatian utama berada di sekitar stadion, terutama terkait kepadatan penonton dan potensi gesekan antar-suporter.

"Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sejumlah kerawanan utama yang perlu diantisipasi selama penyelenggaraan pertandingan, khususnya situasi di dalam dan sekitar stadion, merupakan potensi kepadatan penonton, dinamika antar-suporter, penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan, serta kepatuhan terhadap tiket dan ketentuan barang bawaan," ujarnya.

Pengamanan ini, turut mengantisipasi penyebaran hoaks, provokasi, ujaran kebencian, hingga ajakan mobilisasi massa. Kemudian juga, kemungkinan cuaca ekstrem, kebakaran, serta kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat.

Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena berpotensi memengaruhi mobilitas dan transportasi.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, Polri menyiapkan pengamanan berlapis. Pemeriksaan tiket, orang, serta barang bawaan akan diperketat.

Sterilisasi juga dilakukan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pergerakan tim, mulai dari venue pertandingan, hotel, lokasi latihan, hingga rute yang akan dilalui pemain dan official.

Sementara pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Laksana meminta personel yang bertugas tidak hanya mengandalkan pengamanan saat gangguan terjadi.

"Tingkatkan patroli terbuka maupun tertutup pada titik rawan kriminalitas, patroli siber dan monitoring media sosial, serta kesiapan pengamanan antiteror, penjinak bom, dan antidrone," kata Laksana.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE