News

Prabowo Bakal Perbaiki 1.800 Titik Perlintasan Kereta di Wilayah Jawa, Siapkan Rp4 Triliun

Riyan Rizki Roshali 28/04/2026 10:39 WIB

Prabowo menyebut ada 1.800 titik perlintasan kereta api sebidang di Wilayah Jawa.

Prabowo Bakal Perbaiki 1.800 Titik Perlintasan Kereta di Wilayah Jawa, Siapkan Rp4 Triliun (FOTO:Dok Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden(

IDXChannel - Presiden RI, Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di RSUD Kota Bekasi pada Selasa pagi ini.

Prabowo menyebut ada 1.800 titik perlintasan kereta api sebidang di Wilayah Jawa. Ribuan perlintasan itu akan diperbaiki agar kecelakaan kereta seperti di Bekasi Timur tidak terulang.

“Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun,” kata Prabowo di lokasi Selasa (28/4/2026).

“Sekarang sudahlah, kita selesaikan semua itu. Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” kata dia.

Pemerintah bakal menyiapkan dana Rp4 triliun untuk proyek perbaikan perlintasan kereta api di Jawa. “Ya nanti pelaksanaaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun ya, Rp4 triliun demi keselamatan,” ujar dia.

Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.

Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.

Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL. “KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE