Prabowo dan Putin Perkuat Kerja Sama Keamanan dan Stabilitas Kawasan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama keamanan dan stabilitas kawasan dalam pertemuan bilateral.
lDXChannel - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama keamanan dan stabilitas kawasan dalam pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Rusia, pada Senin (13/4/2026).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakn kedua negara memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keamanan global dan menciptakan stabilitas kawasan yang lebih kondusif.
Menurut Sugiono, secara politis Indonesia dan Rusia sepakat untuk terus mendorong upaya-upaya memperkuat struktur multilateral sebagai fondasi kerja sama internasional.
"Secara politis kedua negara sepakat untuk terus melakukan upaya-upaya dalam rangka memperkuat struktur multilateral, kemudian menghormati, melakukan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian," ujar Sugiono dalam keterangannya lewat YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).
Selain itu, kedua negara juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip perdamaian dalam menyelesaikan berbagai konflik global.
"Kemudian juga yang pasti kaitannya dengan keamanan dan kestabilan kawasan di mana semuanya harus bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik khususnya antara Indonesia dan Rusia," tuturnya.
Selain isu keamanan, Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut juga menyoroti peluang peningkatan kerja sama di berbagai sektor, khususnya ekonomi. Ia menekankan pentingnya melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin dengan baik.
"Bapak Presiden juga menyampaikan hal-hal yang sekiranya bisa ditingkatkan dalam kerja sama antar kedua negara khususnya di bidang ekonomi, kemudian juga melanjutkan hubungan-hubungan yang sudah terjalin selama ini antara kedua negara," ujarnya.
Sugiono mengatakan bahwa Rusia merupakan salah satu partner strategis bagi Indonesia dan juga partner dagang yang cukup penting bagi perdagangan dan ekonomi Indonesia.
"Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar perkuatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antar warga negara, baik itu Rusia maupun Indonesia," katanya.
(kunthi fahmar sandy)